Home Headline Kekerasan Remaja Perempuan Mayoritas Terjadi saat Pacaran

Kekerasan Remaja Perempuan Mayoritas Terjadi saat Pacaran

Foto/Ilustrasi

Kudus, 7/12 (Beritajateng.net) – Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang Fatkhurozi mengungkapkan mayoritas remaja perempuan menjadi korban kekerasan dalam berpacaran.

“Kekerasan terhadap perempuan memang tidak hanya terjadi pada kehidupan rumah tangga. Justru yang paling trend saat ini kekerasan dalam pacaran,” ujar Fakhurozi saat menjadi pembicara kegiatan kampanye 16 hari Stop Kekerasan Dalam Pacaran di Balai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, Minggu.

Setiap tahun, kata dia, kasus kekerasan yang dialami remaja perempuan dalam berpacaran mengalami peningkatan. Dari data kekerasan terhadap perempuan dalam berpacaran yang dimiliki, kata dia, sekitar 75 persennya merupakan kekerasan seksual. Tak jarang, kata dia, pengaduan yang diterima karena diancam oleh pacarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang ada, kata dia, gaya berpacaran anak muda sekarang terlewat batas dan perempuan pada posisi selalu dirugikan.

Kerugian yang dialami kaum perempuan, kata dia, bisa hamil duluan atau dalam bentuk ancaman-ancaman sehingga perempuan tidak berani berkata tidak.

Modus seorang laki-laki jika ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan dari perempuan, kata dia, selalu mengeluarkan jurus rayuan-rayuan kemudian meningkat pada kontak fisik yang akhirnya mengarah ke seks. “Remaja sekarang kebanyakan gaya berpacarannya berorientasi ke seks,” ujarnya.

Ia menganggap, kekerasan dalam pacaran terjadi lewat kekerasan verbal, kekerasan fisik dan kekerasan seksual.

Pada awal berpacaran, lanjut dia, selalu menunjukkan sikap perhatian dan lembut, namun setelah tujuannya tercapai dan merasa bosan akan bersikap kasar dan sering melontarkan makian.

Untuk itu, dia mengingatkan, putri remaja untuk jeli dan mengetahui karakter pasangannya. “Hal terpenting harus berani berkata tidak jika permintaannya mengarah ke hal-hal yang tidak baik,” ujarnya.(ant/ss)