Home Headline Kejati Tetapkan Kepala Dinas PSDA & ESDM Kota Semarang Jadi Tersangka Kasus...

Kejati Tetapkan Kepala Dinas PSDA & ESDM Kota Semarang Jadi Tersangka Kasus Korupsi

ilustrasi
ilustrasi


Semarang, 26/5 (BeritaJateng.net) – Kepala Dinas PSDA & ESDM Kota Semarang aktif, Ir Nugroho Joko Purwanto ditetapkan tersangka Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah kasus dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan proyek kolam retensi di Muktiharjo,
Kidul, Gayamsari, Kecamatan Kaligawe, senilai Rp30 miliar Dana APBD tahun anggaran 2014.

Penetapan tersangka itu setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup.

Kejati Jateng Hartadi melalui Kasipenkum Eko Suwarni mengatakan, penetapan tersangka itu setelah penyidikan sejak Januari 2015. Dalam penyelidikan menemukan bukti permulaan yang cukup.

“Tersangka Ir Nugroho Joko Purwantoro sudah ditetapkan tersangka sejak 25 Mei 2015 kemarin. Dia selaku sebagai pengguna anggaran,” katanya.

Lebih lanjut tersangka yang masih aktif menjabat Kepala Dinas PSDA & ESDM Kota Semarang. Selain disinyalir menyalahi rencana tata ruang wilayah (RTRW), ditemukan indikasi penyimpangan atas proyek yang didanai APBD Kota Semarang Rp 35 miliar itu.

“Jadi tersangka disangka melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi KUHPidana,”tuturnya.

Eko suwarni menambahkan hingga kini pihaknya masih dalam pengembangan dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Saksi sudah ada 10 yang diperiksa. Saat ini perkaranya sedang dalam proses penyidikan, tentu akan dikembangkan untuk menentukan apakah ada pihak lain terlibat,” jelasnya.

Eko Suwarni menambahkan terkait kerugian negara pihaknya akan  koordinasi dengan BPKP untuk menentukan kerugian negara yang ditaksir.

“Yang pasti sudah ada indikasi kerugian negara. Namun yang saat ini pihaknya hanya bisa memeriksa sebagai tersangka saja,” pungkasnya.

Modus yang dilakukan proyek pembangunankolam retensi Muktiharjo, Pemkot Semarang diketahui juga awalnya merencanakan pembangunan embung untuk mengatasi banjir itu di tiga tempat lain.

Yakni  di Tlogosari seluas 2,6 hektare, Bugen 1,5 hektare dan Kalicari luasnya mencapai  0,47 hektare, dan Muktiharjo Kidul 8 hektare. Dari empat kolam retensi itu di Muktiharjo Kidul. merupakan yang bersekala besar. Seluruh biaya pembangunan kolam retensi itu sebesar Rp 35 miliar dialokasikan pada APBD 2014. (BJ04)