Home Headline Kejati Jateng Tahan Pejabat Aktif PU Rembang Kasus Korupsi

Kejati Jateng Tahan Pejabat Aktif PU Rembang Kasus Korupsi

888
Kejati Jateng Tahan Pejabat Aktif PU Rembang Kasus Korupsi, Sinarman.
Kejati Jateng Tahan Pejabat Aktif PU Rembang Kasus Korupsi, Sinarman.
Kejati Jateng Tahan Pejabat Aktif PU Rembang Kasus Korupsi, Sinarman.

Semarang 27/4 (Beritajateng.net) – Usai menjalani pemeriksaan, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Rembang, Sinarman.

Penahanan terhadap Sinarman ini, diungkapkan Kepala Kasi Penyidikan (Kasidik) Kejati Jateng, Iman Job Marsudi kepada Beritajateng.net, usai menahan Sinarman.

“Hari ini kita mengeluarkan penetapan penahanan terhadap Sinarman, karena Penyidik menilai tersangka juga bertangung jawab dalam kasus ini, yang mana ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas dan pejabat pembuat komitmen,” katanya.

Lebih lanjut Iman menjelaskan, sebelum melakukan penetapan tersangka dan penahanan, penyidik Kajati sebelumnya telah memanggil dan memeriksa Sinarman beberapa kali.

“Hari ini tersangka datang memenuhi panggilan kedua oleh penyidik Kejaksaan Tinggi sekitar pukul 08.30 WIB,” jelasnya.

Pihaknya mengaku masih mengembangkan kasus ini dengan memeriksa 5 orang lainnya. “Sudah ada yang diperiksa saksi 14 orang, 1 orang sudah tersangka HTD namun belum ditahan, empat diantaranya yakni rekanan lain masih dalam proses pemeriksaan,” tuturnya.

Dikatakan, kasus yang menjerat tersangka Sinarman bermula pada tahun 2012 ketika tersangka yang masih aktif di Dinas Sumber Daya Air Rembang menganggarkan dana alokasi APBD Rembang sebesar Rp 420 juta untuk melakukan kegiatan pemeliharaan normalisasi sungai.

Peran tersangka saat itu sebagai Pejabat Pembuat Komitmen yang aktif diketahui melakukan kecurangan dalam pekerjaan modus tidak selesai, Volume juga diketahui kurang.

“Berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, dilakukan penahanan di Rutan Kedungpane untuk 20 hari kedepan” urainya.

Diakui, penyidik Kejati menemukan indikasi dalam pelaksanaannya tersangka telah memalsukan sejumlah laporan pertanggungjawaban kegiatan sehingga negara mengalami kerugian sejumlah Rp 750 juta.

Pihaknya sudah mendatangkan saksi ahli pihaknya dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).(BJ04)