Home Hukum dan Kriminal Kejati Jateng Tahan Empat Tersangka Kasus Pajak Rugikan Negara Rp 12,085 Miliar

Kejati Jateng Tahan Empat Tersangka Kasus Pajak Rugikan Negara Rp 12,085 Miliar

Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar
Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar
Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar



Semarang, 13/5 (Beritajateng.net) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan empat tersangka kasus pajak.

Keempat itu yakni seorang karyawati bagian pembukuan pada CV Putri Pertiwi Sejati, PTH, Sasanti Dwi Utami (40) dan Vinod Kumar Agarwal (60). Keduanya masing-masing menjabat sebagai direktur CV Lestari Jaya, sementara Vinord sebagai pemiliknya.

Kajati Jawa Tengah Hartadi mengatakan empat tersangka ini sebelumnya ditangani oleh DJP Jawa Tengah I. Dalam penyidikannya, sudah dilakukan koordinasi hingga berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap sebelum dilimpahkan untuk penahanan.

“Kami hanya menerima pelimpahan ini untuk selanjutnya ke tahap penuntutan,”katanya.
firstcanadianpharm.com/wp-content/languages/new/diflucan.html



Lebih lanjut Hartadi menyatakan dalam penyidikan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak para tersangka belum dilakukan penahanan karena dianggap koperatif. 

“Tapi sekarang kita tahan untuk mempercepat proses kasusnya,” ujar Hartadi, saat jumpa pers.

Atas pelimpahan yang dilakukan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jawa Tengah akan segera menyusun berkas dakwaannya. Begitu berkas sudah selesai, sesegera mungkin dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

“Atas perbuatan PTH dan AA, negara telah dirugikan sebesar Rp 962 juta,” ucapnya.

Selain melakukan penahanan dua tersangka dari Kanwil DJP Jawa Tengah I, Kejati Jawa Tengah juga menerima pelimpahan dan menahan dua tersangka kasus perpajakan dari Kanwil DJP Jawa Tengah II yang berada di Surakarta.
firstcanadianpharm.com/wp-content/languages/new/elavil.html

 


“Mereka berdua menerbitkan faktur pajak tersendiri, dan menyampaikan surat pemberitahuan yang isinya tidak benar dan tidak lengkap. Kerugian negara mencapai Rp 11,1 miliar,” ujar Hartadi.

Terkait kasus pajak yang berupa pengemplangan pajak, dilakukan  keduanya dalam rentang waktu 2004-2007. Pada 2004, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Kantor Pajak menemukan kerugian negara sebesar Rp 437 juta, pada 2005 sebesar RP 1,45 Miliar dan pada 2006 mencapai Rp 2,98 Miliar.
firstcanadianpharm.com/wp-content/languages/new/clomiphene.html



“Puncaknya, PPNS menemukan ada kerugian negara pada 2007 mencapai Rp 6,24 Miliar. Jadi, total kerugian negara mencapai Rp 11,123 miliar,” jelasnya.

Setelah dilimpahkan, kedua tersangka kini ditahan sementara di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Surakarta. Hartadi menuturkan, dari dua kasus yang dilimpahkan, total kerugian negara mencapai Rp 12,085 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari kasus di DJP Jawa Tengah I Rp 962 juta dan DJP Jawa Tengah II sebesar Rp 11,123 miliar.(BJ04)