Home Headline Kejari Masih Pertimbangan Biaya Perkara Kasus OTT BPN Semarang

Kejari Masih Pertimbangan Biaya Perkara Kasus OTT BPN Semarang

370
0
Proses pelayanan di kantor BPN Kota Semarang masih berjalan lancar.
        Semarang, 7/3 (BeritaJateng.net) – Belum ditetapkannya tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang atas empat orang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang dikarenakan uang yang disita terlalu sedikit.
         Sampai saat ini pihak Kejari masih belum menemukan bukti cukup untuk penetapan tersangka kepada mereka yang diamankan, yakni Kepala Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kota Semarang, Sriyono, Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertahanan Nasional Kota Semarang, Windari Rochmawati, dan juga dua tenaga honorer BPN Semarang, Jimmy dan Fahmi, di kantor mereka BPN Semarang.
          “Kami masih belum menetapkan tersangka, selain karena bukti masih kami dalami, kami juga mempertimbangkan biaya dalam penanganan kasus ini,” terang Kepala Kejari Semarang, Dwi Pamuji, Selasa (6/3).
        Menurut Dwi, dalam OTT itu hanya diamankan uang Rp. 32,4 juta saja. Sedangkan untuk membawa kasus ini ke pengadilan, dibutuhkan biaya yang sangat besar.
        “Biaya penyelidikan, biaya penyidikan, biaya sidang, biaya eksekusi itu jumlahnya jauh lebih besar. Kami mempertimbangkan hal itu, jangan sampai negara sudah rugi malah tambah rugi. Jangan-jangan kita menyidangkan kasus ini malah rugi,” tegasnya.
         Disinggung apakah ada kemungkinan jika empat orang yang diamankan itu akan dibebaskan, pihaknya tidak bisa menjawab pasti. “Ya nanti akan kami gelar kembali, sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman,” terangnya.
         Pihaknya mengaku masih memiliki waktu tiga hari untuk menangani kasus itu. Disinggung apakah ada kemungkinan pihak lain yang akan diamankan dan dilidik, pihaknya membenarkan.
         “Kami tidak berbicara kemungkinan, tapi hal itu bisa saja terjadi. Sampai saat ini kami baru memeriksa empat orang yang kami amankan, sementara untuk pihak lain termasuk yang memberikan uang, kami akan dalami dan sudah kami panggil sebagai saksi,” pungkasnya.
          Seperti diberitakan sebelumnya Tim Saber Pungli Kejaksaan Negeri Kota Semarang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pertanahan  Kota Semarang, pada Senin (5/3) tepat pada pukul 16.00 WIB. Dalam OTT itu, empat orang diamankan, yakni Kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Semarang, Sriyono, Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertahanan Nasional Kota Semarang, Windari Rochmawati, dan juga dua tenaga honorer BPN Semarang, Jimmy dan Fahmi, di kantor mereka BPN Semarang.
         Pihak Kejaksaan juga mengamankan barang bukti uang. Uang sebesar Rp32,4 juta telah diamankan dari hasil OTT. (Nh/El)