Home Hukum dan Kriminal Kejari: Kasus Hibah Gerobak PKL Bisa Dihentikan

Kejari: Kasus Hibah Gerobak PKL Bisa Dihentikan

Gerobak PKL yang dihibahkan dan menjadi kasus dugaan penyelewengan (dok.)
Gerobak PKL yang dihibahkan dan menjadi kasus dugaan penyelewengan (dok.)
Gerobak PKL yang dihibahkan dan menjadi kasus dugaan penyelewengan (dok.)

Kudus, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Amran Lakoni mengungkapkan, penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan dalam bentuk hibah gerobak pedagang kaki lima (PKL) di daerah setempat bisa dihentikan jika tidak cukup bukti.

“Sejauh ini tim yang bertugas melakukan penyelidikan kasus tersebut masih terus bekerja dengan meminta keterangan sejumlah pihak terkait,” ujarnya di Kudus, Rabu.

Ia mengatakan, saksi yang dimintai keterangannya sejauh ini, meliputi mantan pejabat di lingkungan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus serta sejumlah PKL yang menerima hibah gerobak.

Apabila ada beberapa pihak yang dipastikan mengetahui anggaran bantuan tersebut, katanya, tetap akan diundang untuk dimintai keterangannya.

“Kalaupun nantinya tidak cukup bukti terkait dugaan penyelewengan dana hibah gerobak PKL tahun anggaran 2012 itu, maka kasus tersebut bisa dihentikan,” ujarnya.

Terkait bentuk penyelewengan yang dimungkinkan terjadi, yakni meninggikan harga jual atau “mark up” atau fisik gerobaknya tidak sesuai spesifikasi yang direncanakan.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Nuroso, ketua paguyuban PKL di depan Matahari Kudus mengakui, dirinya dimintai keterangannya oleh Kejari Kudus terkait dugaan penyelewengan bantuan gerobak PKL pada Kamis (30/10).

Pedagang yang dimintai keterangannya saat itu, ada empat pedagang yang sekaligus sebagai ketua paguyuban di masing-masing lokasi.

Serah terima bantuan gerobak PKL untuk 16 pedagang yang berada di depan Matahari Kudus baru dilakukan pada 22 Agustus 2014, meskipun pedagang lainnya sudah lama menerima.

Bantuan yang diterima, berupa satu unit gerobak dan delapan kursi, dua meja serta dua payung untuk jualan.

Pemkab Kudus memberikan bantuan gerobak maupun tenda untuk berjualan terhadap 340 PKL yang nilainya mencapai Rp3,5 miliar.

Adapun jumlah gerobak yang diberikan sebanyak 198 unit, sedangkan sarana dan prasarana 142 unit.

Dari ratusan PKL tersebut, sebanyak 198 PKL di antaranya berjualan di kawasan Simpang Tujuh sebanyak 65 PKL, Jalan Mangga sebanyak 10 PKL, Jalan Madureksan sebanyak 29 PKL dan Jalan Agil Kusumadya depan RSUD Kudus sebanyak 17 PKL.

Sementara PKL yang biasa berjualan di depan Ruko Panjunan sebanyak 20 orang, Jalan Sunan Kudus sebanyak 41 orang, dan Depan Matahari Kudus sebanyak 16 PKL.

PKL yang menerima bantuan sarana dan prasarana, meliputi PKL yang berjualan di kawasan Sungai Gelis sebanyak 55 PKL, kawasan Matahari Kudus sebanyak 16 PKL, GOR Wergu Kudus sebanyak 20 PKL, Jalan Agil Kusumadya sebanyak 25 PKL dan Pasar Piji sebanyak 26 PKL. (ant/pri)

Advertisements