Home Hukum dan Kriminal Kejaksaan Tahan Empat Tersangka Suap Indomaret

Kejaksaan Tahan Empat Tersangka Suap Indomaret

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Purwokerto, 7/1 (BeritaJateng.net) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu, menahan empat tersangka kasus dugaan suap perizinan toko modern milik jaringan waralaba PT Indomarco Prismatama atau Indomaret.

Keempat tersangka kasus dugaan suap tersebut, yakni mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas Rusmiyati, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Dwi Pindarto, mantan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas Jumeno, serta Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama Cabang Cirebon Asep Gunawan.

Sebelum ditahan, keempat tersangka tersebut terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Purwokerto Timur dan hasilnya dinyatakan sehat.

Kepala Kejari Purwokerto Masyrobi, mengatakan bahwa penahanan terhadap empat tersangka kasus dugaan suap itu dilakukan atas usulan tim penyidik dengan beberapa pertimbangan, salah satunya untuk mempercepat pemberkasan.

“Penahanan ini masih dalam tingkat penyidikan, bukan penuntutan. Dalam tahap penyidikan ini, kita melakukan penahanan selama 20 hari, yaitu mulai tanggal 7 Januari sampai dengan 26 Januari 2015,” katanya.

Apabila dalam tenggang waktu 20 hari itu masih ada berkas-berkas yang kurang, kata dia, penahanan dapat diperpanjang lagi selama 40 hari.

Kendati demikian, dia mengharapkan berkas perkara keempat tersangka itu dapat diselesaikan dan dinyatakan lengkap (P21) sebelum tanggal 26 Januari 2015.

Menurut dia, penahanan terhadap empat tersangka tersebut dilakukan di dua tempat terpisah.

“Yang laki-laki dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto sedangkan yang perempuan dititipkan di Rumah Tahanan Negara Banyumas,” katanya.

Lebih lanjut, Masyrobi mengatakan bahwa tersangka Rusmiyati, Dwi Pindarto, dan Jumeno melanggar Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Sementara untuk tersangka Asep Gunawan, kata dia, melanggar Pasal 5 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001.

Seperti diwartakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas memberhentikan Rusmiyati dari jabatannya sebagai Kasatpol PP karena diduga menerima aliran dana dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret) saat melakukan penertiban toko modern ilegal.

Aliran dana tersebut diduga sebagai suap dalam proses perizinan pembangunan toko modern.

Selanjutnya Rusmiyati mendapat tugas sebagai staf biasa di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas.

Kasus dugaan suap yang melibatkan Rusmiyati itu segera ditangani Kejari Purwokerto dengan memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Banyumas maupun karyawan PT Indomarco Prismatama termasuk menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp35 juta.

Aliran dana tersebut diduga sebagai suap untuk merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2010.

Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Purwokerto telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Banyumas.

Selain itu, penyidik juga telah menyita uang Rp36 juta yang terdiri Rp19 juta berupa pengembalian dari Kepala BLH Banyumas Dwi Pindarto, Rp11 juta dari Kepala Bidang Perdagangan Dinperindakop Banyumas Jumeno, dan Rp6 juta dari staf honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Banyumas.

Kasus dugaan suap tersebut juga menyeret Kepala BLH Banyumas Dwi Pindarto dan Kabid Perdagangan Dinperindagkop Banyumas Jumeno sehingga Pemkab Banyumas memecat kedua orang itu statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

Tidak lama berselang, Kejari Purwokerto menetapkan status tersangka kepada Dwi Pindarto dan Jumeno.

Sementara Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Cirebon Asep Gunawan ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan diduga sebagai inisiator pemberian suap. (ant/BJ)

Advertisements