Home Headline Keindahan Jalur Pansela Jadi Magnet Investasi dan Pengembangan Ekonomi

Keindahan Jalur Pansela Jadi Magnet Investasi dan Pengembangan Ekonomi

315
0
Jalur pantai selatan
       Semarang, 14/6 (BeritaJateng.net) – Keindahan jalur Pantai Selatan (Pansela) mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam bidang pariwisata, investasi dan pengembangan ekonomi di Jawa Tengah.
       Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan, pembangunan jalur Pansela tidak hanya sebatas untuk mengurangi kepadatan lintas utara dan tengah Pulau Jawa. Lebih dari itu, bertujuan juga untuk membuka akses pemerataan ekonomi di jalur selatan.
       Pemerintah optimis bahwa keberadaan trans Jawa, khususnya jalur Pantai Selatan (Pansela) dapat memberikan efek domino bagi pembangunan peradaban perekonomian masyarakat. Diharapkan, pemerintah daerah dan investor dapat bergerak cepat menggarap potensi-potensi lokal, untuk dijadikan pusat perekonomian baru yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.
      “Dengan pergerakan melalui selatan, saya yakin para pemudik akan terinspirasi bahwa ada potensi dan kekuatan baru yang perlu eksplorasi untuk kepentingan ekonomi kedepan,” ujar Moeldoko dalam rilis yang diterima BeritaJateng.net.
       Diyakini, banyak potensi lokal, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan budaya, yang bisa menjadi pemantik pembangunan ekonomi masyarakat, dalam jangka menengah dan panjang.
      Adapun pembangunan sentra-sentra perekonomian tersebut nantinya disokong oleh berbagai sektor. Mulai dari sektor ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga UMKM.
        Dari sisi pertanian, keberadaan jalur Pansela itu akan mempermudah akses distribusi hasil panen, sehingga membuka peluang bagi pasar besar untuk mengambil langsung kepada para petani. Di sektor industri, diharapkan akan muncul pabrik baik skala besar maupun menengah di kawasan tersebut, sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
        Sedang dari sisi ekonomi kreatif, diharapkan keberadaan Pansela dapat memancing masyarakat untuk menghasilkan kerajinan lokal yang memiliki nilai ekonomis. Sementara dari sisi pariwisata, dapat memberikan pendapatan bagi daerah, serta menggeliatkan UMKM dan industri rumahan.
        “Dalam jangka pendek akan memberikan pengaruh kepada ekonomi mikro, dan pada jangka panjang akan memberikan inspirasi yang perlu digali,” kata mantan Panglima TNI bergelar doktor dari Universitas Indonesia ini.
       Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Pendiri KAHMI Preneur Kamrussamad mengamini pernyataan Moeldoko. Ia juga menilai, jalur Pansela dipastikan dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
        “Begitu akses jalan terbuka maka ekonomi lokal akan tumbu dengan sendirinya. Itu sudah pasti akan mendorong usaha-usaha baru,” katanya, di kesempatan berbeda.
         Selain itu, perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dan investor untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM atau pengusaha lokal. Sehingga mereka bisa mendapatkan dampak perekonomian langsung dari pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.
        “Ketika mereka memiliki ruang dan penjualannya meningkat, maka akan berefek kepada peningkatan produksi UMKM-nya. Artinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
        Lebih jauh dirinya optimis bahwa pemerintah akan berhasil mendorong pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat. Konsistensi pemerintah dalam melakukan pembangunan yang diselaraskan dengan kemudahan berwirausaha, akan dapat menyerap angka pengangguran, serta menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru.
        “Jadi kuncinya, kalau pemerintah konsisten membangun infrastruktur dan melibatkan pelaku ekonomi daerah, akan punya efek besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Samad.
       Oleh karena itu dia berharap kepada pemerintah untuk terus mendorong dan menciptakan suasana kondusif bagi lahirnya para pelaku wirausaha baru.
       “Misalnya ada 10 juta wirausaha baru dalam lima tahun kepemimpinan Jokowi, bayangkan berapa yang bisa terserap. Kalau hanya mengandalkan APBN, ada keterbatasan. Tapi kalau wirasuaha yang digalakkan, itu berpotensi membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Samad.
        Terhadap potensi ekonomi di Pansela, Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi juga meyakini hal yang sama. Menurutnya, jalur Pansela dapat membuka akses pembangunan perekonomian masyarakat, termasuk di kawasan perdesaan. “Pansela adalah terobosan luar biasa untuk memotong rantai biaya transportasi, dan membuka isolasi wilayah selatan,” kata Sanusi.
        Seperti halnya pandangan Moeldoko, Sanusi berpandangan, dijalur tersebut nantinya dapat dikembangkan sentra-sentra ekonomi untuk memasarkan hasil produksi masyarakat, baik yang berbasis UMKM maupun industri rumahan.
        Bahkan pengembangannya juga sangat dimungkinkan dengan menggunakan dana desa. “Nantinya dana desa juga dapat digunakan untuk membangun sentra-sentra ekonomi. Sementara untuk desa wisata, dengan adanya Pansela, tentunya juga akan membangkitkan sektor industri pariwisata di kawasan tersebut,” ungkapnya. (El)