Home Ekbis Kebutuhan SDM Perhotelan Saat ini Capai 70 Persen

Kebutuhan SDM Perhotelan Saat ini Capai 70 Persen

302

Semarang, 10/2 (BeritaJateng.net) – Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhotelan di wilayah Jateng DIY masih cukup besar mencapai 70 persen, sisanya merupakan perpindahan SDM ke hotel-hotel lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Heri Kristanto, selaku sekretaris Indonesia Hotel General Manager (IHGM) Jateng DIY bahwa kebutuhan SDM terutama perhotelan masih cukup besar mencapai 70 persen, karena di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta masih tumbuh perhotelan baru, ditambahkan saat ini pariwisata daerah Jateng DIY juga semakin meningkat yang dapat mendongkrak okupansi perhotelan.

“SDM yang dibutuhkan perhotelan saat ini masih cukup banyak sekitar 70 persen, karena daerah Jateng DIY masih tumbuh perhotelan baru. Apalagi saat ini pariwisata di Jateng DIY bertambah meningkat tentunya ini dapat menaikan okupansi perhotelan,” ungkap Heri saat acara pertemuan DPD IHGM Jateng DIY di Gets Hotel Semarang.

Heri mengutarakan bahwa IHGM Jateng DIY telah bekerjasama denga SMK di wilayah Jateng dan DIY untuk dapat menyerap tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat ini para GM hotel yg tergabung di IHGM ikut membantu pendidikan di SMK terutama dijurusan pariwisata & perhotelan. Berbagai cara telah dilakukan bekerjasama dengan dinas pendidikan Jateng DIY untuk dapat membantu pendidikan tentang perhotelan di SMK.

“Kami telah melakukan kerjasama dengan SMK se-Jateng DIY untuk dapat menyerap tenaga kerja yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, dengan Dinas pendidikan kami berupaya dapat membantu pendidikan tentang perhotelan bagi adik-adik di SMK yang benar siap-siap bekerja di perhotelan, bahkan perhotelan kami menerima mereka untuk magang untuk menambah ilmu praktek mereka. Selama ini GM yang tergabung dalam IHGM melakukan giliran untuk memberikan edukasi di SMK se Jateng dan DIY,” ungkapnya.

Lanjutnya, memang para GM IHGM sempat mengalami kendala karena GM yang ada sangat terbatas dengan jumlah SMK yang ada, maka para GM menyempatkan untuk bergiliran hadir ke sekolah berbagi edukasi perhotelan. Dan kendala lain juga didapatkan karena kurikulum pendidikan yang ada saat ini berbeda dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh perhotelan, dengan begitu pihaknya telah mencoba menyingkronkan edukasi yang diberikan agar mereka tidak kaget dengan dunia pekerjaan perhotelan.

“Ikut membantu edukasi perhotelan di sekolah-sekolah ini termasuk CSR kami kepada masyarakat sekitar perhotelan, saya kira adik-adik lulusan SMK pun sebetulnya sudah mampu secara langsung bekerja di perhotelan, namun hanya perlu pendampingan untuk memberikan kepercayaan diri mereka. Berbeda dengan SDM yang ikut kuliah Pariwisata, mereka mental kepercayaan dirinya bisa lebih,” terang Heri.

Selain mencari SDM yang berpotensi, Heri juga menegaskan bahwa memang sektor pariwisata masih menjadi ukuran meningkatnya okupansi perhotelan, dengan begitu anggota IHGM Jateng DIY saat ini sedang menggenjot strategi implementasi hotel dengan melalui sales dan marketing 4.0.(AK/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =