Home Ekbis Kebutuhan Daging Meningkat H-5 Lebaran, Warga Diminta Waspada Gelonggongan

Kebutuhan Daging Meningkat H-5 Lebaran, Warga Diminta Waspada Gelonggongan

210
Sidak daging di dua lokasi RPH Semarang.

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Kebutuhan daging sapi di Kota Semarang Jawa Tengah diprediksi meningkat pada H-5 Lebaran Idul Fitri 1440 H. Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang gencar melakukan pemantauan untuk mengantisipasi beredarnya daging gelonggongan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung melakukan pengecekan ke Pos Daging Jalan Slamet Riyad dan Unit RPH BPH Penggaron. Selain mengecek kualitas daging, juga sekaligus memastikan tidak terjadi permainan harga yang memberatkan masyarakat.

“Kebutuhan akan daging diprediksi H-5 Lebaran. Beberapa pedagang besar saya tanya, mereka sudah siap-siap untuk memenuhi kebutuhan H-5 Lebaran,” kata pria yang akrab disapa Hendi tersebut, Minggu (19/5/2019) dini hari.

“(Harga) karena kebutuhan yang semakin besar tinggal suplainya jangan sampai kurang. Sekali lagi kalau suplainya ada, kebutuhan sebesar apapun ibarat kata mremo boleh tapi dikit-dikit lah, jangan sampai memberatkan konsumen,” terang politikus PDIP itu.

Dia menambahkan, harga daging sapi di pasaran saat ini berkisar Rp105.000-Rp115.000 per kilogram. Sementara kebutuhan daging di Kota Semarang mencapai 11 ton, yang sebagian masih dipasok dari sejumlah daerah.

“Mereka (pedagang dari luar daerah) drop ke Semarang dari luar itu Rp95.000 per kilogram. Di Semarang itu kan rata-rata kebutuhan 11 ton, yang dari RPH masoknya sekira lima ton, masih ada minus enam ton,” terangnya.

“Ke depan saya sudah bilang sama manajemen RPH, sebisa mungkin kita juga memenuhi kebutuhan warga Semarang yang 11 ton. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran harga daging dari luar, itu gelonggongan atau tidak,” beber dia.

Menurutnya, sidak ke tempat pemotongan hewan perlu terus dilakukan untuk menjamin kualitas daging di pasaran. “Saya rasa ini sidak yang harus dilakukan dan di klinik hewan setiap hari juga begitu, terutama antisipasi daging gelondongan dari luar Kota Semarang,” tandasnya. (El)