Home Lintas Jateng Kebumen Terima Tambahan Pasokan Elpiji Tiga Kilogram

Kebumen Terima Tambahan Pasokan Elpiji Tiga Kilogram

image

Kebumen, 3/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menerima tambahan pasokan elpiji tiga kilogram dari Pertamina sebanyak 72.172 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat pada akhir tahun 2014.

“Dengan penambahan kuota tersebut, stok elpiji sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat pada akhir tahun,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar Pemkab Kebumen Agung Patuh di Kebumen, Rabu.

Pasokan elpiji tiga kilogram dari Pertamina ke Kebumen setiap bulan 604.708 tabung, sedangkan pada Desember 2014 ditambah sebesar 72.172 tabung sehingga menjadi 676.880 tabung.

Bila dihitung per hari, katanya, terdapat penambahan 2.767 tabung, dari alokasi semula 23.258 tabung menjadi 26.025 tabung.

Ia mengatakan kelangkaan elipiji tiga kilogram berpotensi terjadi pada akhir tahun ini sehingga harus diwaspadai karena elpiji telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Untuk mengantisipasi kelangkaan di pasar, katanya, tidak jarang kalangan rumah tangga menyiapkan lebih dari satu tabung elpiji tiga kilogram.

“Apalagi untuk mengantisipasi kehabisan stok, ada kecenderungan rumah tangga mempunyai tabung gas lebih dari satu di rumahnya,” kata Agung.

Berdasarkan pantuan petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar Pemkab Kebumen, harga elpiji tiga kilogram di tingkat pangkalan Rp15.500-Rp16.000 per tabung, sedangkan tingkat pengecer Rp17.500-Rp18.000.

“Kalaupun ada yang lebih dari itu, bahkan hingga Rp 20 ribu per tabung, kemungkinan adanya pemanjangan mata rantai distribusi, di mana kemungkinan dari pengecer dijual ke pengecer lagi sehingga harga semakin tinggi,” katanya.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pertamina dan agen elpiji terkait dengan pemetaan jumlah pengguna elpiji di setiap kecamatan.

Ia menjelaskan koordinasi itu sebagai kebutuhan penting terkait dengan penataan ulang jumlah pangkalan untuk pemerataan sasaran distribusi elpiji di setiap kecamatan.

Pihaknya juga menurunkan petugas untuk memantau berbagai kelompok sasaran pengguna elpiji 12 kilogram di daerah setempat, seperti rumah makan dan hotel.

“Hasil pemantauan, mereka cukup tertib dalam menggunakan epiji 12 kilogram. Kalangan masyarakat yang berekonomi cukup terus diimbau untuk tidak beralih ke elpiji tiga kilogram,” katanya.(ant/pj)