Home Lintas Jateng Kebijakan Menteri Susi Sengsarakan Nelayan

Kebijakan Menteri Susi Sengsarakan Nelayan

Menteri Susi Pudjiastuti
Menteri Susi Pudjiastuti
Menteri Susi Pudjiastuti

Semarang, 10/2 (BeritaJateng.net) – Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti menyengsarakan nelayan. Hal ini disebabkan dibatasinya komoditas yang boleh ditangkap selain sarana untuk menangkap ikan juga ikut dibatasi.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Tengah Lalu M Syafriadi mengaku mendapat keluhan dari banyak nelayan terkait keluarnya putusan Menteri Susi. Kebijakan menteri yang dikenal berani ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1 Tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan serta Permen Nomor 2 Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

“Praktek atas permen satu akan sulit di lapangan mengingat hubungannya sudah terkait dengan masalah perut. Bagaimana jika nelayan hasil tangkapannya hanya rajungan, kepiting dan lobster yang dilarang itu. Apa kita tega menyuruh lepaskan lagi,” ungkap Lalu, di Gedung Berlian, Selasa (10/2).

Menurut Lalu, Permen ini tidak bisa serta merta diberlakukan secara kaku karena akan mendapat tentangan dari nelayan. Dia menjelaskan pihaknya akan mengusulkan agar menteri meninjau kembali permen tersebut.

“Kalau memang harus diberlakukan secara mutlak, kita harus sediakan anggaran sebagai kompensasi atas tangkapan mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemberlakuan permen ini memiliki implikasi terhadap penyusutan pendapatan asli daerah (PAD). Diperkirakan Pemprov Jawa Tengah akan kehilangan PAD sebesar Rp. 1,1 miliar dari retribusi dan Rp. 335 miliar rupiah potensi ekonomi dari hasil tangkapan ikan sebanyak sekitar 29.000 ton yang dihasilkan nelayan dengan menggunakan alat tangkap berupa Pukat Hela dan Pukat Tarik yang tidak boleh digunakan. (BJ013)