Home Lintas Jateng Kawasan Solo Utara Bakal Menjadi Pusat Perdagangan dan Bisnis

Kawasan Solo Utara Bakal Menjadi Pusat Perdagangan dan Bisnis

images(32)

Solo, 16/3 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Surakarta akan menata kawasan Solo Utara yang lama tidak mendapat perhatian dan terkesan kumuh, agar lebih menarik dan mampu bersaing dengan daerah lain seperti Solo Baru.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin (16/3) mengatakan, rencana penataan kawasan sekarang telah mulai dikerjakan dan pada tahun anggaran 2016 ditargetkan semua sudah bisa berjalan.

Wali Kota mengatakan akan menyusun “detail enginering design” (DED) pada APBD Perubahan (APBD-P) 2015, sehingga rencana pengembangan kawasan Solo Utara bisa mulai dikerjakan pada tahun depan.

“Kita sudah punya konsep di Solo Utara akan sama seperti Solo Baru. Tapi ini Solo Barunya Kota Solo. Pengembangan diawali dengan penataan dari kantor Kelurahan Mojosongo sampai ‘ring road’,” kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy.

Ia mengatakan, pengembangan kawasan Solo Utara diharapkan juga bisa menjadi pusat perdagangan dan bisnis, selama ini pengembangan kota masih terpusat di Solo Selatan dan Tengah.

Dikatakan sekarang para investor yang ingin berinvestasi di Kota Solo sudah diarahkan ke kawasan Solo Utara. “Sekarang sedang dibangun beberapa hotel di Solo Utara. Belum lagi ada rencana rumah sakit internasional di Mojosongo. Dan penataan pasar di utara,” katanya.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Pemkot Surakarta Agus Djoko Witiarso menyampaikan perencanaan pembangunan “boulevard” di jalan lingkar (ring road) Mojosongo sepanjang sekitar satu kilometer. Pembangunan “boulevard” sebagai tahapan awal menyulap kawasan Solo Utara, demi menarik minat investor.

Ia mengatakan “boulevard” nanti dibangun di tengah-tengah ruas jalan, dengan harapan di kanan dan kiri jalan nantinya bisa bermunculan pusat perdagangan, hotel dan sebagainya.

“Pembangunan ‘boulevard’ akan mampu memantik perkembangan kawasan Solo Utara. Mungkin ke depannya kawasan itu bisa dikembangkan seperti Solo Baru,” katanya.

Ia menjelaskan pembangunan “boulevard” dan penataan jalan lingkar dipicu karena lambannya pengembangan kawasan Solo Utara. Padahal Pemkot telah lama menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Namun perkembangannya Solo Utara masih kalah ramai dan padat jika dibandingkan dengan Solo selatan dan tengah.

Dikatakan penataan Solo Utara ini bakal sejalan dengan pengoperasian jalan tol Solo-Kertosono (Soker).

“Kami serius mengembangkan kawasan Solo utara menjadi daerah sentra bisnis atau daerah pusat kegiatan,” katanya.(ant/BJ)