Home Hukum dan Kriminal Kasus Salah Tangkap Warga Kudus Sudah ‘Clear’?

Kasus Salah Tangkap Warga Kudus Sudah ‘Clear’?

image

Kudus, 9/12 (Beritajateng.net)-Kasus dugaan salah tangkap dan penyiksaan oleh aparat kepolisian Polres Kudus, akhirnya mencuat. Kuswanto (29) warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo mengaku ditangkap belasan anggota reskrim Polres Kudus dan dipaksa mengaku terlibat perampokan gudang ice cream Walls di Jalan Lingkar Selatan pada 12 November dua tahun lalu.

Kuswanto yang mengalami penyiksaan dan diminta mengaku ikut terlibat perampokan bahkan sampai dibakar, sejak dua pekan lalu meminta bantuan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan) menuntut keadilan. Belakangan, Kuswanto terdaftar dalam pengawasan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menanggapi munculnya kabar tersebut, Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko menilainya sudah ‘clear’. Menurutnya, akibat kejadian itu Polres Kudus sudah melaksanakan sidang disiplin dan memberikan uang pada korban. Uang tersebut sebagai pengganti biaya pengobatan Kuswanto yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

Hasil sidang disiplin dan kode etik juga telah menyatakan anggota bersalah, sehingga harus menerima kurungan selama 21 hari. “Oknum yang bersangkutan juga telah dimutasikan, tidak lagi ditempatkan di Satreskrim,”kata Bambang Murdoko.

Ditambahkan, peristiwa salah tangkap dan penyiksaan terhadap Kuswanto terjadi pada 21 November 2012. Sementara, sidang kode etik dan disiplin terhadap anggota yang melakukan pelanggaran dilakukan pada Desember 2013. Hasil sidang disiplin saat itu menyatakan hanya satu anggota yang terbukti bersalah.

Disinggung keberadaan Kuswanto yang saat ini berada di Jakarta meminta pertanggungjawaban polisi melalui Kontras dan Komnas HAM serta meminta perlindungan LPSK, ia mengatakan tidak mempermasalahkan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak masyarakat atas bentuk ketidakpuasan yang dialaminya.

“Ya ndak apa-apa, kita menyadari, harus menerima dan introspeksi,”paparnya.

Bahkan, pihaknya akan menjamin keamanan Kuswanto dan keluarga. Bila ada pihak atau oknum yang memberi ancaman, pihaknya meminta hal tersebut segera dilaporkan ke Polres Kudus. “Tidak ada ancaman, kalau memang anggota yang salah tidak kita tutupi. Kalau ada apa-apa langsung lapor saya. Saya jamin perlindungannya,”¬†tegas perwira menengah lulusan Akpol angkatan 1994 ini.

Masih menurut Kapolres, dengan mencuatnya berita ini pihaknya siap diperiksa kembali oleh Propam jika memang diperlukan. Dikatakan, penanganan terhadap perkara ini dinilainya sudah sesuai prosedur. (PJH/pj)