Home Headline Kasus Raibnya Kasda Semarang Rp22,7 M Mangkrak

Kasus Raibnya Kasda Semarang Rp22,7 M Mangkrak

726
Dok.

— Diduga DAK Kebal Hukum dan Sarat Intervensi
— KPK Melakukan Supervisi

Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Kasus Raibnya dana Kas Daerah (Kasda) milik Pemerintah Kota Semarang Rp22,7 Miliar yang tersimpan di Bank BTPN kini menghilang ditelan bumi alias mangkrak di penyidikan.

Hal tersebut lantaran pelaku utama Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) mantan pegawai Bank BTPN “Kebal Hukum” dan diduga kasus tersebut banyak intervensi lantaran dugaan kuat melibatkan pejabat penting Pemerintahan Kota Semarang termasuk mantan walikota nya.

Seperti diketahui, DAK ditetapkan tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang pada 9 April 2015 atau setahun yang lalu, namun hingga kini kasusnya masih mandeg di penyidikan Polrestabes Semarang lantaran berkas harus bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian.

Sementara tersangka lain yakni kepala UPTD Kasda Semarang Suhantoro telah divonis bersalah oleh pengadilan Tipikor pada 9 Februari 2016 lalu dan kini sedang menjalani hukuman.

Kuasa Hukum DAK, Hadi Prayitno sendiri menyanggah kalau DAK telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dan selama penyidikan, DAK sangat koorperatif dan bahkan berkeinginan membongkar tuntas pihak-pihak yang terlibat.

“Tidak ada penetapan tersangka dan kami berkeinginan untuk membongkar kasus ini secara tuntas, termasuk pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

Sementara menurut sumber di kepolisian, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan pengawasan kasus ini. Namun demikian penyidik Polrestabes Semarang tetap berusaha menyelesaikan kasus menguapnya kas daerah milik Pemkot Semarang. (MG02)