Home Headline Kasus Raibnya Dana Pemkot Rp22 M, Oknum Pemkot Jadi Tersangka

Kasus Raibnya Dana Pemkot Rp22 M, Oknum Pemkot Jadi Tersangka

wpid-djihartono.jpg

Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Setelah melakukan penyidikan intensif terkait raibnya dana deposito milik Pemkot Semarang senilai Rp22,7 miliar, tim tindak pidana korupsi Polrestabes Semarang akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Dua tersangka itu adalah DAK mantan pegawai Bank BTPN dan SH seorang kepala disatuan Pemkot Semarang. Keduanya ditetapkan tersangka karena penyidik telah mengantongi bukti kuat keterlibatan oknum Pemkot Semarang.

Ironisnya, SH ini juga sedang menghadapi kasus korupsi dana hibah KONI yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Semarang, SH juga telah ditetapkan tersangka.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono membenarkan pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Namun apakah dilakukan penahanan atau tidak masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Sudah ada dua tersangka, tapi masih menunggu perkembangan lebih lanjut apakah ditahan atau tidak. Nanti siang akan kita rilis mengenai penetapan ini,” ujar Djihartono.

Seperti diketahui, Kepala DPKAD Kota Semarang Yudi Mardiana melaporkan ke Polrestabes Semarang karena dana deposito yang disimpan di bank BTPN raib sebanyak Rp22 Miliar. Diduga raibnya dana tersebut karena permainan pegawai BPTN berinisial DAK yang dilakukan sejak 2008 hingga 2014.

Bahkan untuk mengusut kasus tersebut, polisi telah memeriksa mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya 14 saksi dalam kasus tersebut. (BJ)

Advertisements