Home Headline Kasus Penganiayaan Ulama NU Kendal, Murni Tindak Kriminal

Kasus Penganiayaan Ulama NU Kendal, Murni Tindak Kriminal

449
Kasus Penganiayaan Ulama NU Kendal
      Semarang, 22/3 (BeritaJateng.net) – Kasus penyerangan pengurus NU Kendal, Ahmad Zaenuri  dan menantunya Agus Nurus Syakban, pada akhir pekan lalu, merupakan tindak kriminal murni tidak ada motivasi ataupun kepentingan lainnya.
      Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono menjelaskan kasus tersebut adalah tindakan kriminal murni. Pelaku atas nama Suyanto (34) seorang pengamen, ingin menguasai secara paksa tas yang dimiliki istri korban yang berada di dalam mobil.
       “Pelaku melakukan tindak pencurian dengan kekerasan dalam hal ini penganiayaan, ini tindakan kriminal murni,” ujarnya usai acara serah terima jabatan Wakapolda Jateng, di Mapolda Jateng, Rabu (21/3).
        Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, kondisi kejiwaan pelaku Suyanto warga dinyatakan sehat, tidak gila, sehingga pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.
        “Psikologis alias Bogel dites, dinyatakan sehat. Pelaku dapat ditindak secara hukum,” tutur Condro.
        Berdasarkan pengakuan pelaku, kondisi perekonomiannya memprihatinkan, bahkan Suyanto berprofesi sebagai pengamen yang biasa ngamen di pasar.
        “Profesinya pengamen, pelaku punya satu anak dan itu sudah putus sekolah, tidak punya pekerjaan. Ini faktor ekonomi,” tambahnya
          Kini Bogel dijerat dengan Pasal 365 KUHP Juncto 53 Subsider 351 tentang pencurian dengan kekerasan dan disertai penganiayaan. Bogel diancam dengan hukuman penjara selama 9 tahun.
         Untuk diketahui, tersangka merupakan warga Desa Johorejo, Kendal. Ia melakukan aksi pembacokan di Dusun Krajan RT 04 RW 01 hari Sabtu (17/3) lalu yang mengakibatkan dua korban yakni Agus Nurus Sakban dan mertuanya, Ahmad Zaenuri mengalami luka-luka. Nama terakhir merupakan Rois Syuriah NU Ranting Desa Truko Kendal.
        Agus merupakan korban pertama yang diserang oleh tersangka. Sedangkan Zainuri dianiaya oleh tersangka saat hendak menolong Agus. Tersangka kemudian ditangkap warga dan dimassa. (Nh/El)