Home News Update Kasus Penahanan Jenazah Bayi Disayangkan DPRD Jepara

Kasus Penahanan Jenazah Bayi Disayangkan DPRD Jepara

486
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi


Jepara, 28/4 (BeritaJateng.net) –¬†Kasus penahanan jenazah bayi laki-laki anak dari pasangan Surya dan Ratna yang berdomisili di Desa Jambu RT 15 RW 4 Kecamatan Mlonggo disayangkan berbagai pihak, Masalah tersebut dinilai tidak patut terjadi lantaran hanya karena persoalan biaya.

Berdasarkan keterangan Markadi, kerabat orangtua bayi, kasus penahanan jenazah bayi bernama Surya Buwana bermula dari pihak keluarga yang merujuk bayi berumur beberapa hari itu ke RSUD Kartini dari Puskesmas Mlonggo, di mana bayi tersebut lahir pada 13 April lalu. Bayi yang dilahirkan kembar itu dalam kondisi tak normal.

Setelah dirawat, bayi Surya Bawana akhirnya meninggal pada 24 April lalu, sedangkan saudara kembarnya, Surya Negara selamat. Lantaran tidak mampu memenuhi persyaratan administratif dan pembiayaan, pihak rumah sakit menahan janazah bayi Surya Buwana.

“Keluarga tersebut memang tidak memiliki apapun. Bahkan dalam dua bulan terakhir, di Desa Jambu mereka hanya menumpang bersama ketiga anaknya. Belum termasuk anak yang baru lahir,” ujarnya.

Menanggapi kasus ini, Wakil Ketua DPRD Jepara Aris Isnandar, Selasa (28/4), menyatakan pihaknya menyayangkan adanya masalah ini. Menurutnya, meninggalnya bayi tersebut merupakan suatu musibah bagi keluarga, seharusnya pihak RSUD Kartini Jepara, tempat di mana bayi tersebut dirawat dan akhirnya meninggal, lebih mengutamakan sisi kemanusiaan terlebih dahulu.

“Jika memang karena penahanan jenazah tersebut arena soal administrasi dan biaya, seharusnya bisa diurus belakangan. Biar jenazahnya diurus oleh keluarganya terlebih dahulu,” paparnya.

Menurutnya, masalah ini menjadi bagian dari persoalan pelayanan kesehatan di Jepara. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan di Jepara. Termasuk beberapa masalah penahanan pasien dan jenazah lantaran tak memiliki biaya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Kartini Jepara menerangkan, kedua bayi kembar tersebut dirujuk karena lahir sangat rendah. Keduanya lahir dengan berat 1,5 kilogram, sehingga memerlukan perawatan intensif.

“Selama perawatan, orangtua memang kurang komunikatif dengan pihak rumah sakit. Terlebih soal biaya perawatan. Orangtua memang menyatakan jika mereka tidak memiliki biaya. Selain itu juga tidak memilik Jamkesmas atau sejenisnya,” paparnya.

Dia mengungkapkan, total biaya perawatan untuk kedua bayi tersebut selama 12 hari tersebut sebesar Rp 13 juta lebih. Dana Rp 6,7 juta lebih untuk bayi Surya Buwana, dan Rp 6,6 juta lebih untuk biaya perawatan bayi Surya Negara, meski bayi sudah dibawa pulang pada Senin (27/4) malam, sampai saat ini belum jelas siapa yang akan melunasi biaya tersebut.

“Kami sadar jika mereka dari keluarga kurang mampu. Maka dalam waktu dekat, kami bersama Komisi C DPRD Jepara akan membantu keluarga tersebut untuk mendapatkan Jamkesmas,” katanya.

Hanya saja, lanjutnya, sedikit masalah dalam pengurusan ini adalah keluarga tersebut bukan warga asli Desa Jambu. Mereka hanya berdomisili salah satu rumah kosong di desa tersebut. Pasangan suami istri itupun tidak memiliki kartu identitas (KTP). (Bj18)