Home News Update Kasus Pemukulan Kader PP, Pelapor Diminta Cabut Laporan

Kasus Pemukulan Kader PP, Pelapor Diminta Cabut Laporan

PP

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Dugaan penganiayaan sesama anggota Pemuda Pancasila saat KPU Kota Semarang melakukan penetapan paslon walikota dan wakil walikota Semarang belum lama iniyang berujung dilaporkannya Ketua PP Kota Semarang Joko Santoso ke Polrestabes  Semarang membuat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng turun tangan. 

Wakil Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng, Wahyudin Noor Aly mengatakan, kasus dugaan penganiayaan ini bakal diselesaikan secara organisasi. Sebab, antara terlapor dan pelapor masing-masing merupakan kader Pemuda Pancasila. Pihaknya meminta pelapor secepatnya mencabut laporannya ke Polrestabes Semarang. 

“Jika tidak ya otomatis kami nyatakan out dari organisasi. Tapi silahkan cabut dulu dan baru laporkan kembali tapi bukan membawa bendera Pemuda Pancasila,” kata anggota Fraksi PAN DPRD Jateng ini, Kamis (27/8). 

Goyut-begitu sapaan akrabnya menambahkan, Anggoro Nugroho dan dua rekannya Didik Prasetya serta Zubaidi memang merupakan kader PP Semarang. Tapi ketiganya merupakan anggota baru, sehingga tidak mengetahui aturan dalam organisasi.
https://redemperorcbd.com/wp-content/languages/new/neurontin.html

“Jika ada yang tidak benar wajar diperingatkan, itu bentuk pembinaan. Apalagi Joko merupakan  Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Semarang,” tambahnya.

Sekertaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng, Ihwan Triprasetyo menambahkan, sudah memanggil atasan Anggoro untuk menyelesaikan  masalah tersebut. Ia menegaskan jika insiden itu terjadi karena adanya kesalahpahaman saat penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang di halaman Balai Kota, Senin (24/8) lalu.

“Kami akan menyelesaikan masalah ini secara internal. Saya harap pihak luar jangan membuat suasana gaduh. Karena kami berkomitmen ingin menciptakan suasana pilkada yang damai dan aman,” ujarnya. 

MPW Pemuda Pancasila Jateng mengintruksikan Anggoro dkk segera mencabut laporannya di Polrestabes Semarang.  Jika tetap ingin melanjutkan, Anggota MPW tidak mempersoalkan, asalkan Anggoro dkk  tidak membawa atribur Pemuda Pancasila. Artinya, ia harus menarik laporannya dengan membawa atribut PP dan baru melaporkan atas nama individu.
https://redemperorcbd.com/wp-content/languages/new/flagyl.html

“Jika sudah seperti itu otomatis dia bukan lagi kader Pemuda Pancasila,” tambah Bendahara Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng, Bambang Eko.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengklaim tidak melakukan pemukulan anggota Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang, Anggoro Nugroho. Ia berdalih hanya memperingatkan agar Anggoro tidak mengeber-ngeber kendaraan di jalan.

“Saya pastikan tidak ada pemukulan. Saat itu saya hanya menegur karena dia (Anggoro,red) pakai seragam PP tapi mbeyer-mbleyer kendaraan di jalan,” katanya. (BJ13)