Home Headline Kasus Judi Togel di Jateng Masih Tinggi

Kasus Judi Togel di Jateng Masih Tinggi

Semarang, 2/12 (BeritaJateng.net) – Dalam kurun waktu hampir satu tahun atau selama tahun 2015, tercatat 931 kasus perjudian yang ada di Jawa Tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 1.041 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baru-baru ini pada bulan November 2015, anggota kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah telah menangkap sejumlah pelaku praktik perjudian di tempat yang berbeda.

Pada tanggal 5 November 2015, polisi menangkap lima orang pelaku judi jenis Togel Hongkong di sebuah rumah yang ada di Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Sragen. Kelima pelaku yakni,  Rokhman (44), Ardi Sulistyo (27), M. Nur Udin (32) ketiganya warga Kabupaten Kendal, Harjo Suwito (77) warga Tengaran Kabupaten Semarang, dan Loso (52) warga Sragen.

Para pelaku judi togel yang diangkap jajaran Dit Reskrim Um Polda Jateng
Para pelaku judi togel yang diangkap jajaran Dit Reskrim Um Polda Jateng

Selanjutnya, pada tanggal 19 November 2015, dua pelaku masing-masing bernama Daniel Tegok S (50) warga Limbangan, Kabupaten Kendal dan Suyono (37) warga Singorojoo Kabupaten Kendal. Kedua pelaku ditangkap di sebuah rumah yang ada di Desa Limbangan, Kabupaten Kendal dengan kasus yang sama yakni judi Togel jenis Hongkong.

Kemudian, pada tanggal 24 dan 30 November 2015, Polisi kembali menangkap empat pelaku judi Togel Hongkong. Dua orang merupakan warga Blora yakni, Retno Winarti (48) dan Sumarno (49), serta dua pelaku lain bernama Imron (47) dan Edi Hendro (47) yang juga warga Kendal.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha menyatakan tidak pandang bulu dalam memberantas praktik perjudian, apapun jenis judinya.

“Ada berbagai jenis judi yang kita tangkap, diantaranya judi tradisional kopyok, dadu, judi ayam, togel hingga judi online bola. Jadi kita tidak pandang bulu, apapun bentuk perjudiannya kita tangkap. Termasuk pengecer, pengepul sampai pada tingkat bandar akan kita terus upayakan,” kata Gagas di Mapolda Jateng, Rabu (2/12).

Menurut Gagas, pengungkapan kasus ini berkat hasil kerja keras anggota polisi dan tentunya dibantu peran dari masyarakat serta beberapa badan juga instansi.

Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp. 79 Juta, 21 buah HP, 11 lembar rekap angkap judi, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kini para tersangka tengah diamankan di Mapolda Jawa Tengah, guna proses hukum lebih lanjut.

“Agar wilayah Jawa Tengah ini kondusif. Memang ini penyakit masyarakat yang tumbuh dan berkembang. Kita tetap optismis bisa memberantas ini. Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara, sehingga kita lakukan penahanan, untuk memberikan efek jera bagi lainnya,” tegas Gagas. (Bjt02)