Home Headline Karaoke Bertebaran Di Area MAJT, Pengurus Masjid: Harus Dibongkar!!

Karaoke Bertebaran Di Area MAJT, Pengurus Masjid: Harus Dibongkar!!

539
Penyegelan karaoke liar di area Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Semarang, 18/7 (BeritaJateng.net) – Takmir Masjid Agung Semarang melakukan gerakan moral memasang baliho dengan bertuliskan ungkapan ucapan terimakasih kepada Walikota Hendrar Prihadi yang telah melakukan tindakan keras memerangi kemaksiatan dan penyakit masyarakat di kota Semarang.

Pengurus Takmir Masjid Agung Semarang Muhaimin dengan tegas menyatakan penolakan karaoke di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) karena kawasan tersebut merupakan kawasan budaya Islam sehingga harus jauh dari kemaksiatan.

“Secara pribadi, saya dengan tegas menolak kemaksiatan di areal kawasan budaya Islam di MAJT,” tegas Muhaimin, di sekretariat MAS, Rabu.

Dikatakan Muhaimin, kegiatan remaja tiga masjid yaitu MAJT, MAS dan Masjid Baiturahman menghendaki agar karaoke liar di kawasan budaya Islam tersebut tidak hanya ditutup, tetapi juga dibongkar sehingga tidak ada lagi kemaksiatan di kawasan budaya Islam.

Muhaimin juga mengakui kegiatan aliansi remaja tiga masjid tersebut, untuk mengantisipasi rencana dan pasca penutupan lokalisasi Sunan Kuning, sehingga tempat – tempat karaoke liar di kawasan budaya Islam dekat MAJT, harus ditutup dan dibongkar.

Aliansi remaja tiga masjid tersebut, kata Muhaimin juga mendukung ketegasan walikota yang segera melakukan penutupan kemaksiatan di lokalisasi SK dan mengantisipasi agar kawasan budaya tidak digunakan untuk kegiatan karaoke.

Muhaimin juga heran kenapa tempat karaoke di tempat yang sunyi dan gelap. Di dalam karaoke juga disekat-sekat sehingga sangat berpotensi untuk kegiatan kemaksiatan.

Aliansi remaja Islam tiga masjid juga memasang baliho memohon dukungan bersama jamaah dan warga sekitar tempat karaoke liar serta pedagang relokasi Pasar Johar.

Dukungan moral tersebut dengan meminta tandatangan para jamaah masjid di atas kain putih yang disediakan di teras Masjid Agung Semarang.

Sedangkan tulisan di baliho memohon Walikota Hendrar Prihadi segera menertibkan tempat-tempat maksiat dan menutupnya untuk selama-lamanya. (El)