Home Kesehatan Karanganyar Waspadai Perkembangan DBD dan Virus Zika

Karanganyar Waspadai Perkembangan DBD dan Virus Zika

546

KARANGANYAR, 15/2 (BeritaJateng.net) – Curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa waktu terakhir membuat masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjada kesehatan. Dengan tingginya intensitas hujan di khawatirkan akan banyak virus yang menyebar akibat pergantian cuaca.

Selama musim penghujan penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia cenderung meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan RI mencatat per Januari 2016 sebanyak 3.298 kasus DBD dengan jumlah kematian sebanyak 50 kasus di Indonesia, dengan 492 kasus DBD dan 25 kasus meninggal terjadi di wilayah kejadian luar biasa (KLB) di 11 kabupaten/ kota di 7 Propinsi: Banten, Bengkulu, Bali, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Papua Barat.

Untuk mengatisipasi kejadian tersebut Pemkab Kabupaten Karanganyar melaui Dinas Kesehatan siaga dalam menghadapi penyebaran penyakit Demam Berdarah. Selain DBD ada salah satu penyakit yang juga diakibatkan oleh nyamuk Aides Aegypti yaitu Virus Zika. Sebagai negara tropis, Indonesia juga bisa berpotensi terkena virus Zika. Karena nyamuk aides aegypti yang banyak berkembang di wilayah tropis seperti Indonesia.

dr. Patria Bayu Murdi salah satu staf Dinas Kesehatan Karanganyar menjelaskan sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Zika, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar intensifkan pemantauan dan turun langsung ke masyarakat. Salah satunya dengan mensosialisasikan gerakan 3 M yakni menutup, menguras dan mengubur barang tak terpakai juga sosialisasi dengan tema ‘Kenali dan Antisipasi Wabah Virus Zika’ ditiap-tiap Puskesmas.

“Petugas dari DKK lakukan pengecekan langsung ke puskesmas dan memperbanyak pasokan obat ke puskesmas,” jelasnya di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (15/2/2016).

Bayu juga menjelaskan, virus Zika selama ini belum diketahui obatnya. Namun DKK sendiri tetap menamba pasokan obat seperti obat peredam Syimtom atau gejala panas, seperti Parasetamol, Antibiotik, ditiap-tiap Puskesmas.

Ini dilakukan dikarenakan obat Virus Zika itu sendiri belum diketahui apa obatnya. Meski penyebab virus Zika oleh nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD.

Menurut Bayu, virus ini berasal dari nyamuk Aedes Aegypti. Namun petugas kesehatan harus teliti agar tidak salah mendiagnosis. Sebab, gejala akibat Virus Zika hampir sama dengan dengue dan ada tambahan indikasi seperti ruam dan nyeri sendi.

“Namun masyarakat jangan khawatir, virus ini masih bisa sembuh dengan sendirinya. Asal stamina tubuh bagus,” pungkas Bayu. (Bj24).