Home News Update Kapolsek Tembalang Ajak Jajaran Polisi Terbuka dan Transparan Informasi Pada Masyarakat

Kapolsek Tembalang Ajak Jajaran Polisi Terbuka dan Transparan Informasi Pada Masyarakat

Semarang, 11/11 (BeritaJateng.net) – Meski gelaran Operasi Zebra Candi 2015 sudah selesai, Kepolisian Sektor Tembalang Semarang terus melakukan upaya-upaya preventif agar tingkat kriminalitas di wilayah hukumnya tidak terus meningkat.

Hal itu diutarakan Kapolsek Tembalang Semarang, Kompol Ibnu Bagus Santoso, SIK kepada BeritaJateng.net ketika ditemui di ruangannya, Rabu (11/11).

Kapolsek kelahiran Semarang 11 Agustus 1979 itu menekankan kepada seluruh jajarannya baik unit Reskrim, Sabhara maupun Lantas untuk melakukan patroli khususnya di wilayah hukum Polsek Tembalang, baik pada waktu siang maupun malam jelang dini hari.

“Kita melaksanakan hunting, apabila ditemukan sejumlah pengendara yang mencurigakan dan diduga akan melakukan tindak pidana, maka kita bawa. Tak terkecuali yang tidak memenuhi kelengkapan sepeda motornya berikut kelengkapan surat-suratnya,” ujar alumni SMA 10 Semarang tahun 1997 itu.

Dijelaskannya, kasus tindak pidana yang paling banyak terjadi di wilayahnya adalah curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

“Tapi itu dulu, sekarang sudah turun drastis. Makanya kita melakukan hunting hampir setiap hari, dan dilakukan tidak hanya malam tapi juga siang hari,” terang lulusan Akpol tahun 2002 itu.

Ketika disinggung soal modus para pelaku curanmor sekarang, dikatakannya para pelaku sudah semakin cerdik. Bahkan yang baru-baru ini, dari pengakuan sejumlah pelaku, seorang pencuri melihat panas tidaknya pada mesin sebuah sepeda motor.

“Misalkan ada sepeda motor terletak di halaman rumah, kalau mesin itu dirasa panas, maka besar kemungkinan si pemilik menunggu lebih lama untuk memasukannya ke dalam rumah. Entah itu ditinggal mandi, makan atau lainnya. Sehingga pemilik cenderung menunggu mesin lebih dingin dulu, baru kemudian dimasukan ke dalam rumah,” kata Ibnu yang juga gemar olah raga tenis lapangan itu.

Selain itu, lanjut Ibnu, unit Binmas bersama Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Tembalang juga tidak jarang mengadakan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kita sering melakukan penyuluhan mengenai Laka Lantas, himbauan kepada masyarakat agar memberi kunci pengaman tambahan pada sepeda motor, kemudian senantiasa menempatkan sepeda motor pada tempatnya. Karena terkadang kasus curanmor ini tidak lepas dari kelalaian masyarakat,” kata anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan Bapak Suparmin dan Ibu Desmaniar itu.

Meski baru 7 bulan kurang lebih menjabat sebagai Kapolsek Tembalang Semarang, Ibnu mengajak bersama-sama dengan anggotanya untuk terbuka kepada masyarakat dengan cara menyertakan nomor telepon setiap Kepala Unit pada papan mading di kantornya, tak terkecuali nomor telepon Kapolsek sendiri.

“Jadi hal ini dimaksudkan agar masyarakat mudah menghubungi kita, jikalau mereka membutuhkan. Handpone harus standby dan fast respon setiap pesan yang masuk ke kita. Itu salah satu program yang saya dapat dari Brimob yang kemudian saya implementasikan disini,” tandas Polisi yang pernah dinas di Jakarta selama hampir 12 tahun itu. (Bjt02)