Home Hukum dan Kriminal Kapolsek Banyumanik Kristanto Budi Nursetya Minimalisir Kriminalitas Dengan Giatkan Operasi dan Razia

Kapolsek Banyumanik Kristanto Budi Nursetya Minimalisir Kriminalitas Dengan Giatkan Operasi dan Razia

Kapolsek Banyumanik Kristanto Budi Nursetya, S.Sos.
Kapolsek Banyumanik Kristanto Budi Nursetya, S.Sos.
Kapolsek Banyumanik Kristanto Budi Nursetya, S.Sos.

Semarang, 27/10 (BeritaJateng.net) – Operasi Zebra merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh pihak Kepolisian, khususnya Sat Lantas (Satuan Lalulintas) dengan tindakan operasinya berupa memeriksa kelengkapan kendaraan berikut kelengkapan surat-suratnya seperti SIM dan STNK.

Baik ditingkat Kepolisian Daerah, Resor Kota, hingga tingkat Kepolisian Sektor gencar melakukan operasi ini, tak terkecuali Polsek Banyumanik Semarang.

Dipimpin oleh seorang Kepala berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), Kristanto Budi Nursetya, S. Sos, Kepolisian Sektor Banyumanik Semarang secara rutin melakukan giat tersebut, baik di waktu siang hari maupun malam menjelang dini hari.

Dijelaskan Kapolsek, pihaknya tetap melakukan razia di wilayah hukumnya meskipun bukan dalam rangka Operasi Zebra Candi 2015.

“Sebenarnya sebelum digelar operasi Zebra Candi 2015, kami juga secara rutin sudah melakukannya. Untuk itu kami lebih tingkatkan lagi seiring digelarnya Operasi Zebra Candi 2015. Karena ini kaitannya dengan penegakkan disiplin dalam berlalu lintas,” ujar alumni SMA Negeri 1 Purwokerto itu.

Kapolsek kelahiran Banjarnegara, 24 Juni 1974 itu memaparkan akan bertindak secara tegas apabila mendapati sejumlah pengendara yang tidak menaati aturan-aturan. Kegiatan operasi ini, lanjut Kapolsek sebagai upaya untuk mengantisipasi maraknya aksi Curat (pencurian dengan pemberatan), Curas (pencurian disertai kekerasan) dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), khususnya di wilayah hukum Polsek Banyumanik Semarang.

“Kejahatan yang sering terjadi di wilayah sini biasanya kasus Curanmor dan penipuan-penupian online. Untuk penipuan online yang banyak menjadi korban para mahasiswa. Namun itu beberapa bulan yang lalu, sekarang sudah turun, ” ujarnya ketika ditemui BeritaJateng.net di ruangannya, Selasa (27/10) siang.

Selain kasus Curanmor dan penipuan online, Kristanto menambahkan sebelum ini pihaknya mengungkap beberapa kasus seperti perampokan yang terjadi di beberapa rumah kosong. Oleh sebab itu, dirinya beserta jajarannya berupaya melakukan tindakan-tindakan preventif, agar tingkat kriminalitas di daerahnya tidak semakin meningkat.

Sementara Kompol Kristanto sendiri sudah hampir satu tahun atau tepatnya sebelas bulan menjabat sebagai Kapolsek di Polsek Banyumanik Semarang.

Anak ke enam dari delapan bersaudara pasangan Mukhtarom dan Mariyati itu mengawali dinas pertamanya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), lalu kembali ke tempat kelahirannya Banjarnegara dengan jabatan yang sama sebagai Kapolsek.

Sempat pula ditempatkan di Tegal, Jawa Tengah. Lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) Jurusan Administrasi Negara itu kemudian berpindah ke SPN (Sekolah Polisi Negara) yang ada di Purwokerto sebelum kemudian menjadi Kapolsek di Kepolisian Sektor Banyumanik Semarang, Jawa Tengah. (Bjt02)