Home Hukum dan Kriminal Kapolres Blora Angkat Bicara Maraknya Pemberitaan Togel Yang Catut Media

Kapolres Blora Angkat Bicara Maraknya Pemberitaan Togel Yang Catut Media

322
Kappolres Blora

BLORA, 27/6 (BeritaJateng.net) – Menanggapi maraknya pemberitaan akun Toto Gelap yang mencatut Media, Kapolres Blora, Jawa Tengah AKBP Ferry Irawan Jumat (26/6) berjanji akan sapu bersih penyakit masyarakat “judi togel” di Kabupaten Blora.

“Kasus 303 di Blora bukan berarti tidak ada, terbukti kami sudah tangkap dan melakukan pengrebekan, Sudah lima kasus yang kita tangani, dengan tersangka sebanyak sembilan orang,” ucap Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan saat Bhakyi Sosial di Balai desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan (Jumat, 26/6/2020) sore tadi.

Judi togel, lanjut Kapolres, merupakan bagian dari penyakit masyarakat. Menurutnya ada beberpa penyakit masyarakat yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diantaranya, narkoba, judi toto gelap (togel), ada minuman keras, dan hal – hal lainnya yang sifatnya mengganggu situasi kamtibmas.

Kapolres juga menambahkan, situasi sekarang perekonomian sedang tidak bagus, adanya covid-19, membuat pihaknya dan Pemerintah fokus menangani pencegahan penyebaran virus corona, agar masyarakat terhindar dari covid-19.

“Kita tidak perlu melakukan kegiatan yang tidak perlu, sehingga adanya niat dari masyarakat atau orang- orang tertentu yang ingin memgambil kesempatan, diberi kesempatan oleh masyarakat, akhirnya berjalan,” paparnya.

Menurutnya, Kepolisian sudah berulang kali melakukan penangkapan, penggerebekan. Namun jika masyarakatnya masih terus menerima hal tersebut, pihaknya akan merasa kesulitan.

“Polres Blora akan berusaha membersihkan, akan terus membersihkan virus -virus yang menjadi penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Blora,”

Mengenai ramainya pemberitaan yang mecatut media, Kapolres menegaskan pihaknya yakin media di Blora tidak seperti itu, Kalaupun ada itu adalah oknum, Polisipun kalau ada itu adalah oknum.

“Jangan mendiskriditkan bahwa Polisi melegalkan, TNI melegalkan, bahwasanya barang-barang tersebut merupakan budaya, tapi kita harus menegakan buday yang tidak baik itu jangan dilaksanakan,” pungkasnya. (Her/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + twenty =