Home Headline Kapal Tanker Hilang, Ditpolarud Polda Jateng Sisir Laut Pantura

Kapal Tanker Hilang, Ditpolarud Polda Jateng Sisir Laut Pantura

752
Kapal Tanker Hilang, Ditpolarud Polda Jateng Sisir Laut Pantura

Semarang, 29/3 (BeritaJateng.net) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah, melakukan pencarian keberadaan  kapal tanker yang mengangkut crude palm oil (cpo) atau minyak kelapa sawit mentah yang dilaporkan hilang sejak 1 Januari 2019. Pencarian dilakukan dengan menyisir di perairan Laut Jawa, menggunakan helikopter.

Pencarian dipimpin langsung Direktur Polairud Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Risnanto, dengan menggunakan heli jenis belt milik Polri, pada Jumat (29/3) siang.

 “Pencarian kapal tanker pengangkut crude palm oil (cpo) atau minyak kelapa sawit mentah, yang hilang pada 1 januari 2019 lalu,  yang hilang di perairan sampit. Dalam pencarian difokuskan dengan menyisir perairan di kawasan pantai utara jalur Jakarta – Surabaya, tepatnya di perairan sarang yang merupakan akses jalur kapal,” ungkap Direktur Polairud Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Risnanto, Jumat (29/3) Siang.

Dari data yang diterima Polda jateng,  kapal tanker yang hilang memiliki identitas nama MT. Namze Bangzod, berbendera Indonesia milik PT. Mahesi Agri Karya. Dalam pelayarannya, kapal tersebut diketahui juga membawa 12 anak buah kapal atau ABK.

Selain melalui jalur udara, penyisiran juga dilakukan oleh tim Polairud Polda Jateng dengan menggunakan kapal laut, untuk menyisir ada tidaknya bekas puing atau jejak kapal tanker yang hilang.

Direktur Polairud Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Risnanto.

Dalam penyisiran ini, Kombes Pol Risnanto juga menyempatan diri bertemu para nelayan di rembang, untuk meminta bantuan dan segera menginformasikan pihak kepolisian, jika menemukan adanya tanda-tanda keberadaan kapal tengker.

“Kita menghimbau kepada para nelayan, jika menemukan sesuatu yang berkaitan dengan ciri-ciri Kapal bisa langsung menginformasikan Petugas Dirpolairud maupun Petugas Kepolisian terdekat,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, kapal yang mengangkut 1750 ton CPO ini berangkat dari pelabuhan Bagendang Sampit pada 27 Desember 2018,  dan seharusnya tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 1 Januari 2019, namun hingga sekarang belum diketahui keberadaannya. (Nh/El)