Home News Update Kanwil Dirjen Pajak II Ajak Paslon Walikota Deklarasi Solo Taat Pajak 

Kanwil Dirjen Pajak II Ajak Paslon Walikota Deklarasi Solo Taat Pajak 

paslon deklarasi taat pajak
SOLO, 19/10 (BeritaJateng.net) – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Tengah II bersama pasangan calon Wali kota dan wakil wali kota Solo mendeklarasikan komitmen “Deklarasi Solo Taat Pajak”, Senin (19/10) siang.

Yoyok Satyotomo, Kepala Kanwil DJP Jateng II menyampaikan agar para pasangan calon ini mau memberikan contoh bagi masyarakat terkait ketaatan membayar pajak. Salah satunya dengan berani menunjukkan SPTnya pada masyarakat.     

Dengan melaporkan SPT miliknya akan mampu memberikan  contoh pada masyarakat agar mengikuti jejaknya untuk taat pajak dan mau memenuhi kewajiban membayar pajak. 

“Harapannya kedua paslon Walikota yang akan maju dalam pemilukada ini harus mau melaporkan SPT pajaknya. Sejauh ini belum ada satupun paslon yang berani menunjukan SPT miliknya,” ungkap  Yoyok dalam  sambutannya di Solo Jawa Tengah.
  
Yoyok juga menjelaskan tujuan 
Deklarasi ini agar pasangan calon  walikota dan wakil walikota sebagai pemegang kekuasaan eksekutif di solo memiliki tanggung untuk mengelola uang yang berasal dari pajak. 

“Hasil dari pengelolaan pajak tersebut di himpun melalui APBD Solo. Diharapkan setiap tahunnya (hasil pajak) dapat dinikmati masyarakat dalam bentuk fasilitas publik yang memadai,” jelasnya. 

Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah (DJPKD) Kementerian Keuangan papar Yoyok, menyebutkan APBD kota Solo mencapai Rp 1,524,6 miliar yang  disokong dari PAD sebesar Rp 341,5 miliar (22,4%) pendapatan lain-lain sebesar Rp 403,7 miliar (26,5%) dan dana perimbangan/transver dari pemerintah pusat (DAU) serta Dana Alokasi khusus (DAK), Dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp 779,3 miliar. 

Juga sisa dari belanja  untuk keperluan Pegawai Negeri sipil sebesar Rp 927,08 (65,3%) miliar.

Sedangkan tingkat kepatuhan wajib pajak di Solo lanjut Yoyok juga masih sangat rendah. Target penerimaan pajak KPP Pratama Solo sebesar Rp 1,5 triliun, target Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) hanya sebesar Rp 61,2 miliar atau hanya 3,9 persen. Namun hanya terealisai  penerimaan PPh OP sebesar Rp 26,5 miliar atau 43 persen dari target. 

Sementara itu Anung menyampaikan pihaknya akan menyampaikan himbauan dan juga ketaatan pada warga Solo untuk membayar pajak. Dengan memberikan contoh gerakan nyata. Ketaatan masyarakat Solo sendiri dalam membayar pajak sudah cukup bagus. 

“Ketaatan warga dalam membayar pajak sudah bagus. Namun potensi masih bisa ditingkatkan lagi,” pungkas Anung. (BJ24)