Home Lintas Jateng Kantong Kemiskinan Blora Ada di Desa Tengah Hutan

Kantong Kemiskinan Blora Ada di Desa Tengah Hutan

145
0
Kantong Kemiskinan Blora Ada di Desa Tengah Hutan
         BLORA, 5/12 (BeritaJateng.net) – Angka kemiskinan di Kabupaten Blora tinggi dan masuk dalam kotegori zona merah di Jawa Tengah. Pada tahun 2016 angka kemiskinan di kabupaten Blora masih mencapai 13,33 persen.
          Hal ini disampaikan Wakil Bupati Blora, Arief Rohman saat membuka workshopnya bertemakan sinergitas penanggulangan kemiskinan di kabupaten Blora Selasa di kantor badan perencanaan dan pembangunan daerah (Bappeda) Selasa (5/12/217).
          Kegiatan itu diisi dengan pemateri Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Vivi Yulaswati serta staf ahli Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Semarang Gunarto W Talsim.
         Menurut Arief Rohman, selama lima tahun terakhir angka kemiskinan di tahun 2016 turun menjadi 13,33 persen. Dan itu, masih tergolong tinggi. Sebab, blora termasuk dalam zona merah di Jawa Tengah. Dari jumlah keseluruhan penduduk  991.577 bearti masih ada sekitar 13.900 jumlah penduduk yang miskin.
            “Di Blora sebagian besar kemiskinan berada di desa-desa polosok hutan yang aksesnya sulit. Ada 80 desa lebih letaknya di tengah hutan dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa,” kata Arief Rohman.
           Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesehjateraan Sosial Vivi Yulaswati menyampaikan, strategi untuk mengentaskan kemiskinan perlu adanya sinergi. Tidak hanya dari pemerintah pusat atau daerah saja. Tapi secara bersama ada forum Coorporate Sosial Responsibility (CSR), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Universitas.
           ”Lalu, bersama – sama untuk menuntaskan kemiskinan. Serta didukung dengan sasaran yang tepat. Jadi data penduduk miskin harus benar. Jangan sampai salah sasaran. Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian juga perlu didukung dengan sumberdaya manusia, infrastruktur dan kesehatan,” paparnya.
            Senada dengan Vivi, Staff Ahli Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) semarang Gunarto W. Talsim mengatakan, untuk mengentaskan kemiskinan. Harus ada kegiatan akselerasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Terutama masyarakat kategori miskin.
          ”Lalu, subsidi yang meringankan beban mayarakat. Entah itu dibidang kesehatan an pangan. Yang lebih penting dari itu adalah penetapan kelompok sasaran. Jangan sampai salah. Jadi perlu validitas data warga miskin agar tepat sasaran,” ungkapnya.
(MN/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here