Kampung Bahari Tambaklorok Semarang Akan Dilengkapi Pasar Tradisional

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Semarang

Semarang, 3/2 (BeritaJateng.net) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal membangun pasar tradisional untuk memperkuat Kampung Bahari Tambaklorok Semarang.

“Pembangunan pasar akan dilakukan ‘multiyears’. Rencananya, dimulai 2017 dan dilanjutkan 2018,” kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR Rina Farida, di Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya saat bertemu dengan jajaran Pemerintah Kota Semarang, didampingi anggota Komisi V DPR RI Sudjadi untuk membicarakan progres tentang pengembangan Kampung Bahari Tambaklorok.

Rina menjelaskan penyusunan DED (detail engineering design) pasar tradisional Kampung Bahari sudah selesai yang nantinya diharapkan bisa mengunggulkan produk-produk hasil kelautan nelayan setempat.

“Kami berharap Pemkot Semarang segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan menuju Tambaklorok sehingga bisa sinkron dengan pembangunan pasar yang membuat pedagang dan pembeli merasa nyaman.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan pasar tradisional itu, termasuk ruang terbuka hijau (RTH) dan permukiman di Tambaklorok.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Semarang itu berharap peningkatan infrastruktur secara bertahap dengan pembangunan kampung bahari di Tambaklorok bisa mengurangi kawasan yang kumuh.

“Untuk pembebasan proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok sudah rampung seminggu yang lalu. Kami berharap pembangunan pasar tradisional atau pasar bahari bisa mulai dilelang,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa program lainnya, seperti normalisasi Sungai Beringin, Sungai Banjir Kanal Timur, dan penambahan rumah susun sederhana sewa.

“Pembangunan harus dilakukan dengan sistem keroyok sehingga tidak terpaku dari pemkot saja. Penambahan rusunawa diproyeksikan untuk menampung warga yang ada di bantaran Sungai BKT dan Beringin,” katanya.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang Agus Riyanto menambahkan pasar tradisional kampung bahari akan dizonasi secara jelas, yakni lantai satu untuk ikan dan lantai dua untuk bahan kebutuhan pokok.

“Jadi, nanti kan dua lantai pasarnya. Zonasinya jelas. Lantai satu untuk komoditas ikan dan daging, kemudian lantai dua untuk sembako, komoditas sayuran, dan sebagainya,” katanya. (El)

Tulis Komentar Pertama