Home Hukum dan Kriminal “Kami Minta Majelis Hakim Objektif”

“Kami Minta Majelis Hakim Objektif”

Sidang gugatan izin pendirian Pabrik Semen yang digelar di PTUN Semarang, Kamis (18/12). foto: Beritajateng.net/HN

Semarang, 18/12 (Beritajateng.net) – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang Kamis (18/12) siang menolak keberatan dua tergugat yakni Gubernur Jawa Tengah dan PT Semen Indonesia atas kompetensi absolute mengenai izin pendirian pabrik semen Indonesia di Rembang.

Sidang lanjutan gugatan izin pendirian Pabrik Semen Indonesia di Rembang kembali di gelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di jalan Abdulrahman Saleh Kota Semarang. Sidang dengan agenda putusan sela, majelis hakim yang diketuai Susilowati menolak keberatan tergugat yakni Gubernur dan PT Semen Indonesia selaku tergugat dua, atas kompetensi absolute mengenai izin pembangunan pabrik semen di Rembang.

Dalam putusannya hakim susilowati menyampaikan sejumlah pertimbangan atas keberatan tergugat terhadap kewenngan PTUN dalam mengadili sengketa penerbitan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Izin lingkungan yang dikeluarkan Gubernur kongkrit individual dan final, bukan obyek sengketa yang terkecualikan di pasal 2 undang-undang PTUN.

Menurut hakim ada sejumlah syarat yag harus dipenuhi untuk menentukan suatu perkara yang kompetensi absolute bisa diadili di PTUN seperti obyek sengketa yang diterbitkan oleh badan atau pejabat tata usaha Negara yang bersifat kongkrit atau individu serta menimbulkan akibat hukum.

Pihak PT Semen Indonesia mengaku menerima dan menghormati atas putusan hakim. Menurut kuasa hukum PT Semen Indonesia Sadly Hasibuan, pihaknya juga masih mempertimbangkan dulu apakah akan melakukan banding apa tidak. Meski begitu, ia meminta majelis hakim diharap memperhatikan secara benar posisi PT Semen Indonesia. “Kami minta majelis hakim bisa melihat secara objektif kepentingan Semen Indonesia,” katanya.

Dalam perkara ini majelis hakim meminta melanjutkan pokok materi perkara. Sidang akan dilanjutkan tiga pekan mendatang dengan agenda pembacaan duplik oleh Gubernur Jateng selaku tergugat dan PT Semen Indonesia selaku tergugat dua. (HN/pj)