Home Headline Kalangan Dewan Minta Nelayan Jateng Sementara Waktu Tidak Melaut di Sekitar Mimika

Kalangan Dewan Minta Nelayan Jateng Sementara Waktu Tidak Melaut di Sekitar Mimika

88
0

SEMARANG, 24/8 (Beritajateng.net) – Kalangan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah minta Nelayan Jawa Tengah tidak melakukan penangkapan ikan di Perairan sekitar Mimika Papua sampai situasinya benar benar kondusif paska penyerangan terhadap Nelayan asal Jateng oleh Nelayan setempat 9 Agustus yang lalu.

Sebagaimana diberitakan media ini, sebanyak 126 Nelayan asal Jawa Tengah dipulangkan ke daerah asalnya oleh Pemkab Kendal dengan menggunakan Pesawat Hercules milik TNI AU. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 diantaranya berasal dari kabupaten Kendal.

“Saya minta mereka tidak kembali lagi ke Mimika untuk sementara waktu sampai situasinya benar benar kondusif,” ungkap Anggota Komisi B DPRD jateng, Mifta Reza NP, SP, MM, Kamis (24/8).

Reza menjelaskan, konflik di Mimika terjadi karena adanya kecemburuan Nelayan setempat disebabkan hasil tangkapan Nelayan Jawa Tengah lebih banyak dan hasilnya memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding Nelayan setempat.

Hal ini bisa terjadi, lanjut Politisi Gerindra ini, karena etos kerja Nelayan Jateng sangat bagus, mau kerja keras dan juga didukung dengan alat tangkap yang lebih baik dibanding Nelayan setempat.

“Kecemburuan tersebut diperparah dengan adanya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung sehingga terjadi perusakan tempat tinggal Nelayan Jateng dan perampasan terhadap harta benda mereka,” jelasnya.

Mifta Reza yang pada waktu itu melakukan mediasi bersama Anggota Komisi B Riyono di Mimika menambahkan, dari mediasi yang dilakukan, Nelayan Mimika akhirnya sepakat minta dilakukan transfer teknologi dan pembelajaran cara penangkapan ikan kepada nelayan Jateng.

“Saya minta Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng memfasilitasi transfer teknologi ini dan mengkondisikan agar situasi disana benar benar kondusif dan nelayan yang dipulangkan bisa kembali melaut di Mimika,” katanya.

Menurut Reza, penghasilan Nelayan Jateng di Mimika cukup besar karena tangkapannya memiliki nilai ekonomi tinggi dan digemari para pedagang ikan di Mimika yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Indonesia Timur.

Senada dengan Reza, Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, sebelum kembali ke Mimika lagi, komunikasi dengan pemerintah daerah setempat akan dilakukan guna memastikan situasinya kondusif dan peristiwa serupa tidak terulang lagi.

“Komunikasi dengan pemerintah daerah setempat menjadi kewenangan Pemprov Jateng dengan Papua. Saya akan dorong komunikasi tersebut,” tegasnya.

(NK)