Home Lintas Jateng KAI Apresiasi Pemkab Banyumas dalam Pemberdayaan Asongan

KAI Apresiasi Pemkab Banyumas dalam Pemberdayaan Asongan

PT KAI
PT KAI
PT KAI

Purwokerto, 19/11 (Beritajateng.net) – PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang akan memfasilitasi mantan pedagang asongan (pengasong) stasiun.

“Kami menyambut baik rencana Pemkab Banyumas yang akan memfasilitasi pembentukan koperasi untuk pemberdayaan mantan pedagang asongan stasiun,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono di Purwokerto, Rabu seperti dikutip Antara.

Ia berharap langkah itu akan memberikan solusi kepada mantan pedagang asongan stasiun yang belum berkesempatan alih profesi.

Menurut Surono, pemberdayaan mantan pengasong yang terkena imbas larangan berjualan di stasiun dan kereta api tidak dapat dibebankan kepada PT KAI. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 41 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Berdasarkan Pasal 2 ayat 1 Permendagri Nomor 41 Tahun 2012, kata dia, gubernur dan bupati atau wali kota wajib melakukan penataan dan pemberdayaan PKL.

“Dengan demikian sudah jelas bahwa pemberdayaan PKL tidak dapat dilaksanakan oleh PT KAI, melainkan oleh pemerintah daerah. Kalau kami melaksanakan hal itu, justru akan bertentangan dengan peraturan yang ada,” katanya.

Kendati tidak mempunyai tanggung jawab dan kewajiban terhadap pemberdayaan mantan pedagang asongan, dia mengatakan PT KAI telah membantu mengupayakan alih kerja puluhan pengasong tersebut.

Dikatakannya, para mantan pengasong tersebut dibantu untuk bekerja pada kegiatan yang masih berhubungan dengan sektor operasi kereta api seperti menjadi tenaga kebersihan (cleaning service), pencucian kereta, perparkiran, bongkar muat semen, serta pramuantar penumpang di stasiun.

Ia mengatakan bahwa mantan pedagang asongan yang sudah dibantu alih pekerjaan tersebut tidak hanya berada di Stasiun Besar Purwokerto tetapi juga di stasiun-stasiun wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto lainnya seperti Stasiun Kroya dan Stasiun Kutoarjo.

“Sudah lebih dari 70 mantan pengasong yang kami bantu alih profesi. Tentunya tidak mungkin kami dapat membantu semuanya karena keterbatasan formasi yang ada,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas Tony Simamora mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bimbingan dalam pembentukan koperasi bagi mantan pedagang asongan.

“Bimbingan itu mulai dari pemahaman koperasi sampai nantinya koperasi mereka menjadi lembaga hukum,” katanya.(ant/pj)