Home Lintas Jateng Kadishub: Terminal Terboyo Semarang Masih Difungsikan Layani Pemudik

Kadishub: Terminal Terboyo Semarang Masih Difungsikan Layani Pemudik

149
0

Semarang, 8/6 (BeritaJateng.net) – Terminal Terboyo Semarang masih difungsikan melayani pemudik pada Lebaran tahun ini meski sudah berubah status dari terminal tipe A ke tipe C dan terminal angkutan barang.

“Terminal Terboyo tetap dikelola Pemerintah Kota Semarang yang dirancang menjadi terminal barang. Namun, ini kan masih transisi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M. Khadik di Semarang, Rabu.

Pembangunan Terminal Terboyo Semarang sebagai terminal barang baru dilakukan pada tahun depan, kata dia, sementara sekarang ini DED (detail engineering design) tengah disusun.

Dengan berubahnya status Terminal Terboyo menjadi tipe C, saat ini terdapat tiga terminal tipe C di Semarang, yakni Terminal Cangkiran, Terminal Penggaron, dan Terminal Terboyo.

“Kami akan manfaatkan Terminal Terboyo untuk melayani pemudik pada arus mudik Lebaran ini. Jadi, bus AKDP (antarkota dalam provinsi) dan AKAP (antarkota antarprovinsi) bisa masuk,” katanya.

Jadi, kata dia, akan semakin melengkapi simpul-simpul transportasi bagi pemudik, termasuk di Terminal Mangkang yang sudah jadi tipe A di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.

“Di terminal-terminal itu juga akan kami dirikan posko Lebaran untuk melayani pemudik. Jangan sampai ada pemudik yang `kapiran` atau tidak terlayani transportasi,” katanya.

Sebab, kata dia, pemudik biasanya memerlukan angkutan terusan, misalnya dari bus AKAP atau AKDP meneruskan ke angkutan lokal, seperti angkutan kota dan BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang.

Oleh karena itu, Dishub terus menyiapkan Terminal Terboyo agar nyaman dilalui pemudik, khususnya dari genangan rob, yakni limpasan air laut ke darat yang belakangan ini menggenangi terminal itu.

Akibat genangan rob, kata dia, halte BRT Trans Semarang pun langsung dialihkan ke depan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang agar tidak menyulitkan akses penumpang.

“Kami sebelumnya sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyedot dengan pompa, tetapi enggak `sat-sat` (kering, red.). Ternyata, ada kebocoran tanggul,” katanya.

Akhirnya, kata dia, pihaknya berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang mengelola sungai-sungai di sekitar yang akan melakukan percepatan penanganan rob.

“Saluran di depan terminal sudah proses peninggian menggunakan parapet. Kami terus berkeliling mencari celah di mana air laut masuk. Namun, bersama Dinas PU tetap kami siapkan pompa air,” pungkas Khadik. (El)