Home News Update Kadisdik Kota Semarang Tinjau Sekolahan yang Terganggu Sampah

Kadisdik Kota Semarang Tinjau Sekolahan yang Terganggu Sampah

sampah

Semarang, 11/2 (BeritaJateng.net) – Dinas Pendidikan Kota Semarang menyatakan segera mencari solusi mengatasi permasalahan di SD Negeri Srondol Wetan 04 yang terganggu bau sampah sehingga kerap disebut ‘SD sampah’.

“Iya, memang bau (sampah, red.). Kami akan segera koordinasikan dengan dinas-dinas terkait,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin, saat meninjau Sekolah Dasar Negeri Srondol Wetan 04 Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan kedatangannya ke SD itu untuk memantau dan memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik, sebagaimana biasa dilakukannya setiap hari mengunjungi sekolah-sekolah secara rutin.

Bunyamin yang datang sendirian langsung berkeliling kompleks SD yang bersebelahan dengan Pasar Rasamala, serta melihat para siswa yang terpaksa harus mengenakan masker saat mengikuti proses pembelajaran.

“Saya membiasakan mengunjungi sekolah mana pun, memantau pembelajaran. Pembelajaran di sini (SD Negeri Srondol Wetan 04) ternyata tertib, tidak ada kelas kosong. Ada juga pembekalan siswa untuk lomba,” katanya.

Mengenai permasalahan bau sampah menyengat dari kontainer tempat pembuangan sampah yang berada di sebelah SD Negeri Srondol Wetan, ia akan berkomunikasi dengan Dinas Pasar dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

“Kami akan koordinasikan dengan teman-teman terkait. DKP kalau bisa mungkin secara rutin mengangkut sampahnya. Nanti, kami akan diskusi bareng-bareng untuk mencari solusi permasalahan ini,” pungkasnya.

Kepala SD Negeri Srondol Wetan 04 Semarang Widji Handani menyampaikan harapannya agar kontainer sampah yang diletakkan di dekat sekolah dipindahkan, sebab bau sampah sangat mengganggu pembelajaran siswa.

“Saya harap (kontainer sampah, red.) segera dipindahkan. Kasihan siswa kalau seperti ini. Kalau sudah dipindah siswa lebih nyaman. Kalau ada penilaian sekolah sehat, kami juga tidak kesulitan,” katanya.

Salah satu guru di SD Negeri Srondol Wetan 04 yang juga tinggal di kawasan itu mengakui saking lamanya proses pembelajaran terganggu sampah membuat SD itu kerap disebut warga sekitar dengan ‘SD sampah’.

“Kami juga bingung. Kalau ada penilaian sekolah sehat, kami juga bingung. Bau sampahnya saja menyengat begini. Saya sejak kecil tinggal di sini. Kontainer sampah itu ada sejak beberapa tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Maya (41), salah satu orang tua siswa berharap kedatangan Kepala Disdik ke sekolah itu bisa membuat proses pembelajaran di SD Negeri Srondol Wetan 04 segera terbebas dari bau sampah.

“Kasihan siswa-siswa di sini, kalau belajar harus pakai masker. Makanya, kalau sampahnya (kontainer, red.) bisa dipindah, kami orang tua murid akan syukuran dengan ‘tumpengan’ di sekolah,” tukasnya. (BJ05)