Home Headline Kades Cilingok Kembangkan Wisata Agro Bulak Barokah Untuk Gali PADes

Kades Cilingok Kembangkan Wisata Agro Bulak Barokah Untuk Gali PADes

338
0

BANYUMAS, 2/7 (Beritajateng.net) – Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas mengembangkan kawasan Wisata Agro Bulak Barokah. Pengembangan kawasan ini selain untuk menyediakan destinasi wisata agro bagi masyarakat sekitar juga dimaksudkan untuk menggali pendapatan asli desa.

Kepala Desa Langgongsari Rasyim mengatakan, kawasan yang saat ini dijadikan wisata agro, semula merupakan daerah sepi jauh dari pemukiman dan oleh masyarakat sekitar dikenal dengan nama “bulak”. Namun sejak dikembangkan menjadi wisata agro, lokasi ini menjadi destinasi masyarakat Kabupaten Banyumas dan sekitarnya dan menjadi kawasan yang ramai terutama pada akhir pekan.

“Dinamakan Bulak Barokah karena semula kawasan yang sepi dan menakutkan. Saat ini mulai menjadi berkah bagi masyarakat sekitar sini,” ungkap Rasyim, Minggu (1/7).

Selain menjadi kawasan wisata, di tempat ini juga menjadi sarana berbisnis produk produk pertanian masyarakat seperti durian unggulan Kabupaten Banyumas yakni Durian Bawor. Selain durian, masyarakat sekitar kawasan wisata ini memiliki produk unggulan lain yakni produksi Gula Semut. Gula ini sudah dikenal masyarakat sampai di Jakarta, Surabaya dan beberapa daerah di luar Jawa.

“Saat ini sedang kami rencanakan pengembangan budidaya jamur, kolam ikan dan beberapa mainan anak anak. Kedepan akan kami lengkapi dengan embung ukuran besar yang bisa digunakan untuk wisata air seperti perahu kecil yang bisa dinikmati oleh anak anak sambil mendayung. Disamping itu juga ada peternakan sapi, kambing dan kerbau,” jelasnya.

Wisata Agro Bulak Barokah diresmikan pada tanggal 16 November 2017 oleh Bupati Banyumas Ahmad Husein. Lokasi ini menempati tanah seluas 5 hektar. Saat ini obyek wisata agro Bulak Barokah dikelola oleh pemerintah desa Langgongsari, namun rencananya ke depan akan dikelola oleh badan usaha miliki desa (BUMDes).

Menanggapi inisiatif pemerintah desa Langgongsari mendirikan Agrowisata Bulak Barokah, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto yang mampir ke tempat tersebut menyambut baik upaya ini. Dia menilai upaya tersebut merupakan langkah cerdas dalam melakukan terobosan penggalian pendapatan asli desa.

“Ini upaya cerdas dalam mengembangkan pendapatan asli desa, upaya ini harus disupport semua pihak,” ungkapnya.

Agro wisata Bulak Barokah, menurut politisi yang akrab disapa Bogi ini, sarana dan prasarananya masih sangat kurang. Sehingga kalau ingin menjadi destinasi wisata unggulan harus banyak dilakukan penyempurnaan.

“Harus dilengkapi wahana wahana yang bisa menarik perhatian masyarakat agar lokasi ini menjadi destinasi utama bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya,” katanya.

Yang menjadi persoalan, kata Bogi, rencana obyek wisata ini akan dikelola oleh BUMDes harus dikaji terlebih dahulu mengingat tanah yang digunakan nerupakan bondho deso. Apakah dimungkinkan menurut regulasi yang ada dan tidak melanggar undang undang.

“Kalau dikerjakan oleh pemerintah desa tidak masalah tapi kalau oleh pihak ketiga kita belum tahu, kita coba tanyakan ke Pemprov dulu,” bebernya.

Disisi lain, jelasnya, kalau wisata agro Bulak Barokah diserahkan pengelolaannya kepada BUMDes maka pemerintah desa hanya akan menerima deviden saja. Dengan kondisi ini harus dilakukan perhitungan yang cermat agar tujuan meningkatkan PADes bisa tepat sasaran.

“Saya siap diskusi terkait persoalan ini, karena prinsipnya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat maka harus kita cermati itung itungannya bagaimana,” pungkasnya.

(NK)