Home Hukum dan Kriminal Kades Bangunsari Ditahan Kejari

Kades Bangunsari Ditahan Kejari

Kendal, 20/1 (BeritaJateng.net) – Pihak Kejaksaan Negeri Kendal, akhirnya menahan salah seorang Kepala Desa Bangunsari Kecamatan Patebon. Widodo tersangkut atas dugaan kasus korupsi uang kas desa sebesar Rp 66,81 juta dan Alokasi Dana Desa (ADD).  Dirinya ditahan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Yeni Andriyani Kajari Kendal melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Zaiful Alim Said mengatakan penahanan itu dilakuka selama dua puluh hari di Lapas Kedungpane Semarang. Penahanan tersebut setelah pihak penyidik menyelesaikan penyidikannya. Kemudian dilimpahkan ke bagian penuntut umum.

“Penuntut umum akan menyusun rencana dakwaan, lalu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang. Sedangkan target pelimpahan ke Pengadilan dilakukan sebelum masa penahanan itu berakhir,” kata Zaiful.

Dia menjelaskan, tersangka Kades Widodo di duga menyelewengkan dana ADD dan uang kas desa sejak tahun 2011-2012. Dengan modus yang dilakukan yakni dana ADD digunakan untuk kepentingan pribadi.  

Selain uang kas desa, dana tanah bondo desa seolah tidak dilakukan proses pelelangan. Begitu pula uang aset desa serta pengelolaan keuangan juga digunakan demi kepentingan pribadinya sendiri.

“Sehingga dalam laporan pertanggungjawaban keuangan desa, dana tersebut tidak diketahui penggunaannya. Sehingga ada dugaan dana diselewengkan oleh terdakwa,” tambahnya.  

Berdasarkan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilakukan auditor negara, tersangka dinilai dan terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp 66,81 juta. Atas dugaan tindak pidana yang dilakukan Widodo, penyidik Kejari Kendal lalu menjerat dengan dakwaan berlapis.  

Yakni Primair Pasal 2 ayat 1 dan subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dalam UU nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.  

“Rencana dakwaan sudah kami susun dan segera akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka Widodo ketika ditanya enggan berkomentar mengenai kasus yang bisa menyebebkan dirinya ditahan. Sedangkan pihak kuasa hukum tersangka, Ubaidillah mengaku dan memilih untuk mengikuti proses hukum yang ada.  

“Posisi kasusnya seperti apa saya kurang tahu persis. Sebab saya hanya ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh kejaksaan saja Jadi kami akan pelajari kasusnya seperti apa, yang jelas semaksimal mungkin untuk membela klien kami nanti di Pengadilan,” tandas Ubaidillah.(BJ19)