Home Headline KAAUMI Gelar Audensi Minta Perda Ditegakkan

KAAUMI Gelar Audensi Minta Perda Ditegakkan

211
0

BOYOLALI, 15/5 (Beritajateng.net)- Elemen masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Aliansi Umat Islam Boyolali (KAAUMI) datangi kantor DPRD Boyolali untuk sampaikan aspirasi terhadap maraknya penyakit masyarakat yang makin merebak yang berlangsung di halaman DPRD Boyolali. Mereka juga membentangkan spanduk yang berisi beberapa tuntutan untuk membuat kota Boyolali bersih dari penyakit masyarakat.

Puguh Prasetyo, koordinator lapangan aksi damai ini menyampaikan tujuan digelarnya aksi ini untuk meminta pada pemerintah Boyolali lebih memperhatikan agar penyakit masyarakat (pekat) tidak semakin berkembang luas di Kabupaten Boyolali. Pihaknya minta agar Pemkab Boyolali bisa bertindak tegas untuk penegakan peraturan daerah (Perda) yang sudah ada.

Berdasarkan data dan hasil survey yang sudah dikumpulkan oleh beberapa elemen masyarakat, wilayah Boyolali terindikasi penjualan miras semakin meningkat, ajang perjuadian juga semakin banyak demikian juga dengan narkoba. Terlebih lagi disinyalir menjadi sarang prostitusi terselubung.

Semua data sudah terkumpul dan nantinya data tersebut akan disampaikan ke pihak yang berwenang untuk kemudian diharapkan agar segera ditindaklanjuti dengan menggelar operasi gabungan di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung. Sehingga bisa menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam sesuatu hal yang negatif dan sangat merusak kehidupan mereka.

“Perwakilan kami ada di dalam sedang menyampaikan aspirasinya dan diterima langsung oleh pimpinan dewan (Paryanto). Tujuan kita adalah jangan ada masyarakat (khususnya pemuda) yang terkontaminasi hal negatif. Selamatkan generasi muda dari bahaya miras, perjuadian dan prostitusi,” jelas Puguh di sela-sela aksi, Selasa (15/5/2018).

Dalam audensi tersebut perwakilan dari Elemen masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Aliansi Umat Islam Boyolali (KAAUMI) diterima langsung oleh Ketua DPRD Boyolali Paryanto. Aksi damai ini merupakan gabungan dari Konas, Dewan Syariat Boyolali, Forum Umat Islam dan beberapa eleman lainnya.

(DB/NK)