Home Headline Jumlah PMKS di Jateng 4,9 Juta Orang

Jumlah PMKS di Jateng 4,9 Juta Orang

148
0

SEMARANG, 20/5 (Beritajateng.net) – Di Jawa Tengah jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) saat ini sebanyak 4,9 juta. Dari jumlah tersebut yang bisa ditampung di panti milik Dinas Sosial Jawa Tengah hanya 4.102 orang. Hal ini disebabkan daya tampung panti milik Pemprov Jateng sangat terbatas.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nurhadi Amiyanto mengungkapkan, Saat ini fasilitas yang dimiliki panti sosial masih sangat minim dan membutuhkan tambahan sarana prasarana agar lebih banyak PMKS yang menjadi penerima manfaat di panti sosial.

“Saat ini panti yang kami miliki hanya mampu menampung 4.102 orang dari 4,9 juta PMKS di Jateng,” ungkap Nurhadi di depan Anggota Komisi C DPRD Jateng di Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) Wening Wardoyo Ungaran, Jumat (18/5).

Pada kesempatan tersebut Nurhadi juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan komisi C sehingga panti yang semuanya berjumlah 52 buah dan tersebar di 35 kabupaten/kota saat ini memiliki fasilitas berupa ambulan yang cukup memadai.

“Pada bulan Januari yang lalu kami hanya miliki 1 buah ambulan. Alhamdulillah berkat bantuan Komisi C saat ini kami punya 23 ambulan. 7 diantaranya baru dan sisanya second,” jelasnya.

Kunjungan Anggota Komisi C yang sekaligus diisi dengan buka puasa bersama di Rumpelsos Wening Wardoyo diikuti oleh 39 orang penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat di rumpelsos ini adalah 90 orang lansia.

“21 orang sedang sakit harus bedrest dan 30 orang lagi sudah tidak bisa dihadirkan di ruangan karena kondisinya tidak memungkinkan hadir sendiri,” bebernya.

Ketua Komisi C Asfirla Harisanto mengajak semua pihak terlebih jajaran BUMD yang hadur untuk peduli dengan pelayanan di panti agar penerima manfaat merasa bahagia.

“Saya diberi laporan kepala dinas kalau mbah mbah penerima manfaat di panti ini sangat membutuhkan air hangat umtuk mandi. Saya minta BPR BKK ungaran bisa membantu pengadaannya,” tegas politisi yang akrab disapa Bogi ini.

Anggota Komisi C Ahmad Ridwan yang memberikan tausiah sebelum dilaksanakan buka puasa mengajak Anggota komisi lainnya beserta jajaran Setwan dan Dinas Sosial yang hadir serta jajaran BUMD untuk bermuhasabah, merenungkan diri karena pada suatu saat akan menjadi tua sama yang dialami para penerima manfaat rumpelsos.

“Mari kita bermuhasabah, jadikan kunjungan ini sebagai sarana agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” harapnya.

(NK)