Home Lintas Jateng Jumlah Penyuluh KB di Kota Semarang Belum Ideal

Jumlah Penyuluh KB di Kota Semarang Belum Ideal

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengadakan reses di Kelurahan Muktiharjo Kidul
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengadakan reses di Kelurahan Muktiharjo Kidul
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengadakan reses di Kelurahan Muktiharjo Kidul

Semarang, 3/5 (BeritaJateng.net) – Jumlah penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kota Semarang masih sangat kurang. Saat ini baru tersedia sebanyak 77 orang yang harus mengcover 177 kelurahan. Jumlah ini dipandang belum ideal.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Keluarga Berencana Bapermas, Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Semarang, Teguh Tri Adianto saat Reses Anggota DPRD Kota Semarang di RW 22 Dempel Kelurahan Muktiharjo Kidul, Minggu (3/5).

“Jumlah tersebut masih sangat kurang, idealnya satu petugas mengcover wilayah satu kelurahan,” ungkapnya.

Menurut Anto, panggilan akrab Teguh Tri Adianto, kondisi ini menjadikan angka pertumbuhan penduduk di Kota Semarang masih cukup tinggi. Disamping itu masih banyak pasangan usia subur yang belum terdaftar sebagai peserta program KB.

“Dari 265.000 pasangan usia subur (PUS) di Kota Semarang, masih ada 23,33 % yang belum mengikuti program KB,” jelasnya.

Namun demikian, kekurangan jumlah penyuluh tersebut tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk terus melakukan penyadaran kepada masyarakat untuk mengikuti program KB. Dengan fasilitas satu buah mobil KB para penyuluh ini mengadakan penyuluhan dan konsultasi gratis ke pelosok Kota Semarang.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti (Dety) menjelaskan, kegiatan Reses masa sidang I tahun 2015 yang dilakukan di Kelurahan Muktiharjo Kidul ini sengaja mengajak petugas penyuluh KB mengingat di kawasan ini masih banyak ditemukan keluarga yang memiliki anak lebih dari dua orang.

“Saya memiliki TK di Kawasan ini (TK Sang Fajar, Red). Banyak siswanya dari kalangan keluarga kurang mampu dan saya prihatin karena mereka memiliki anak rata rata 4 orang dan masih kecil kecil,” ungkap Dety.

Keluarga kurang mampu yang memiliki anak banyak, menurut Dety, akan kesulitan dalam mendidik dan memberikan kesejahteraan di masa yang akan datang.

Oleh karena itu dengan hadirnya penyuluh KB di kawasan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya KB tumbuh dan dapat menekan angka kelahiran pada masyarakat khususnya di Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Pada Reses kali ini selain mengadakan penyuluhan KB, Dety juga mengadakan bakti sosial dengan memberikan bantuan beras murah kepada masyarakat. Beras kwalitas tinggi yang diberikan sebanyak 2 kg dengan cara menukarkan kupon dan hanya membeli seharga Rp. 10 ribu.

“Hanya dengan cara ini saya membantu masyarakat disini. Harapan saya disaat harga beras mencapai Rp. 11 ribu, masyarakat yang membutuhkan tetap bisa mengkonsumsi nasi dengan kwalitas yang baik dengan harga yang murah,” pungkasnya. (BJ13)

 

Advertisements