Home Nasional Juliari : Selama “Tidak Main”, SKPD Tak Usah Khawatir Gunakan APBD

Juliari : Selama “Tidak Main”, SKPD Tak Usah Khawatir Gunakan APBD

P_20150920_122006

Semarang, 21/9 (BeritaJateng.net) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Juliari P Batubara mengingatkan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jangan takut bekerja selama benar dan sesuai aturan.

“Kalau mereka tidak main-main, ya, tidak usah takut,” katanya, di Semarang, hal ini menanggapi minimnya penyerapan APBD Kota Semarang 2015 yang sampai Agustus baru 42 persen dari target 66 persen.

Salah satu penyebab minimnya penyerapan anggaran adalah adanya kekhawatiran jajaran SKPD melakukan proyek kegiatan atau ditunjuk menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) bakal terjerat kasus hukum.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VI DPR yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu saat kegiatan reses atau serap kegiatan masyarakat di Kelurahan Srondol Wetan, Semarang.

Berdasarkan catatan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang, penyerapan anggaran sampai Agustus 2015 baru Rp 1.532.554.102.608 atau 42,28 persen dari pagu anggaran Rp 3.624.178.827.000.

Dari sebanyak 52 SKPD di lingkup Pemerintah Kota Semarang, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang yang serapan anggarannya paling rendah.

“Penyerapan anggaran itu kan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau terlalu lambat, orang jadi ‘nganggur’, kontraktornya ‘nganggur’, pekerjanya ‘nganggur’, uangnya juga ‘nganggur’,” katanya.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu menyayangkan jika minimnya penyerapan APBD karena adanya kekhawatiran SKPD dalam melaksanakan kegiatan akan tersangkut kasus hukum.

“Kalau mereka (SKPD, red.) khawatir, ya, berhenti saja. Takut ‘ngapa-ngapain’, ya, berhenti saja. Kalau mereka memang tidak mau ‘main-main; tidak usah khawatir (terjerat kasus hukum, red.),” katanya.

Juliari menegaskan akan terus mendorong Pemkot Semarang untuk melakukan penyerapan anggaran secara maksimal agar jangan sampai ada program yang berhenti sehingga pembangunan berjalan dengan lambat.

“Orang yang ditangkap itu kan orang yang ‘main’, mana ada orang yang ga ‘bermain’ kemudian ditangkap. Makanya, mereka (SKPD, red.) tidak usah takut kalau mereka memang tidak ‘main-main’,” katanya. (Bj)