Home Ekbis Juliari: Deflasi Jangan Sampai Rugikan Produsen Karena Jatuhnya Harga 

Juliari: Deflasi Jangan Sampai Rugikan Produsen Karena Jatuhnya Harga 

119
0
Anggota DPR RI Juliari P. Barubara
       SEMARANG, 11/4 (BeritaJateng.net) – Diperlukan keseimbangan antara Deflasi dan Inflasi agar produsen dan konsumen tidak sama-sama merugi. Hal ini karena deflasi atau kecenderungan penurunan harga pangan di satu sisi akan memperbaiki daya beli masyarakat kota sebagai konsumen. Namun, di sisi lain, hal itu akan menekan keuntungan bagi petani sebagai produsen pangan.
       Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Juliari P. Batubara mengatakan, perlu keseimbangan antara deflasi dan inflasi agar tidak terlalu tinggi. Dengan keseimbangan ini, baik produsen maupun konsumen akan sama-sama diuntungkan. Di satu sisi konsumen bisa membeli dengan harga wajar, sementara disisi lain harga produksi petani juga tidak terlalu jatuh.
      ”Jika deflasi tidak terkendali, dikhawatirkan memperlebar jurang kesenjangan ekonomi antarkelompok masyarakat di kota dan desa yang notabene banyak beprofesi sebagai produsen dan pemasuk bahan pangan,” ungkap anggota DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN, Juliari Batubara di Semarang.
        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat, Jateng mengalami deflasi sebesar 0,004 persen pada Maret 2018 dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,94. Deflasi tertinggi terjadi di Purwokerto sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,19 yang disebabkan turunnya berbagai harga komoditas.
       ”Intinya tetap dipantau dan diwaspadai, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti,” ujar Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan tersebut.
        Kepala BPS Jateng Margo Yuwono  mengungkapkan deflasi yang terjadi di Purwokerto sebesar 0,004 %, disebabkan penurunan berbagai harga komoditas, yakni harga beras, daging ayam ras, sayuran buncis dan kangkung. Deflasi juga terjadi di Kota Tegal sebesar 0,27 disebabkan turunnya harga beras  dan cabai rawit.
        “Pada Maret  Jateng mengalami deflasi yang disebabkan turunnya harga beras dan daging ayam ras di beberapa pasar. Upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras cukup berhasil,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here