Home Headline Juliari dan Ita Beri Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Anak-anak Difabel

Juliari dan Ita Beri Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Anak-anak Difabel

666
Juliari dan Ita Beri Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Anak-anak Difabel

Semarang, 21/3 (BeritaJateng.net) – Anggota DPR RI, Juliari Pieter Batubara bersama Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau biasa disapa Mbak Ita, Rabu (20/3/2019) memberikan bantuan belasan kaki palsu, tangan palsu, dan kursi roda bagi anak-anak difabel di Kota Semarang.

Diharapkan, bantuan yang diserahkan di kantor Kecamatan Semarang Barat tersebut bisa mengangkat mental mereka dalam menjalani kehidupan di masyarakat.

Dikatakan Juliari P Batubara, program Pemkot Semarang ini menurutnya sangat bagus. “Pemkot tidak hanya berempati tapi juga memberi solusi dengan memberikan bantuan kaki atau tangan palsu untuk membantu anak-anak difabel ini untuk beraktivitas sehari-hari. Kami juga berharap pihak lain seperti perusahaan swasta atau BUMD bisa tergerak untuk ikut berkontribusi dalam upaya serupa,” katanya usai menyerahkan bantuan.

Diharapkan, alat bantu tersebut bisa meningkatkan kehidupan para penyandang difabelitas dan bisa mengangkat mental mereka agar tidak putus asa.

Juliari dan Ita Beri Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Anak-anak Difabel

“Setidaknya dengan alat bantu itu mereka bisa bekerja semampunya. Kami juga akan berupaya untuk memberi perhatian lebih kepada para difabel agar memiliki kesempatan bekerja,” paparnya.

Sementara Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, di Kota Semarang ada sekitar 1.800 penyandang difabelitas. Sebagian di antaranya masuk kategori khusus, atau yang sangat sulit memperoleh peluang kerja.

Misalnya, lanjut mbak Ita sapaan akrabnya, mereka yang mengidap cerebral palsy, atau gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak. Kelainan ini memang paling sering terjadi sebelum kelahiran.

Juliari dan Ita Beri Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Anak-anak Difabel

“Untuk kasus seperti ini upaya pemerintah dengan memberikan bantuan alat bantu, minimal untuk bisa beraktivitas. Selain itu kami berusaha membantu orang tuanya agar mereka bisa menambah penghasilan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berusaha menyediakan terapi bagi para penderita cerebral palsy, yang disediakan di rumah sakit pemerintah.

“Kami akan berupaya memberi support atau bantuan, agar bagaimana mereka bisa menjadi warga negara yang punya kesempatan yang sama dengan warga lain dalam berkehidupan dan bermasyarakat,” tandasnya. (El)