Home Headline Judi Dadu Beromset Miliaran Digerebek Polisi

Judi Dadu Beromset Miliaran Digerebek Polisi

Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo (tengah).
Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo (tengah).

Klaten, 13/1 (BeritaJateng.net) – Judi dadu beromset miliaran rupiah yang selama ini beroprasi di ereng Gunung Merapi digrebek petugas kepolisian Polres Klaten, Jawa Tengah.

Hasil penggerebekan yang dilakukan di Balarante, Kemalang Klaten, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 5.820.000, 38 sepeda motor, 12 mobil mewah, satu kotak peluru serta air softgun.

Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo mengatakan selain mengamankan barang bukti, petugas juga menangkap lima orang pelaku perjudian diantaranya, Mujianto (34) warga Kemalang, Klaten yang bertugas sebagai tukang guncang dadu, Sri Wardoyo (24) warga Tangkil, Kemalang, bertugas sebagai Kasir. Samono (45) warga balarante yang bertugas sebagai pencatat dadu, Mustofa (52) warga Yogyakarta, selaku pemasang judi dan Ayu Widiastuti (43), warga Bantul, Yogyakarta.

“Karena jumlah anggota yang terbatas, maka penggerebekan magsung dilakukan, dipimpin Kasubag Sumba Kompol Heru Setiyaningsih,” jelasnya di Klaten Jawa Tengah, Selasa (13/1/2015).

AKBP Langgeng Purnomo menjelaskan ada sekitar 50 lokasi perjudian diareal yang dipergunakan untuk judi dadu. Sempat terjadi perlawanan dalam penggerebekan tersebut. Penjudi tersebut melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap polisi.

Terpaksa petugas melepaskan tembakan peringatan, karena pasa saat itu kondisinya membahayakan anggota,

Sebenarnya ungkap Langgeng, lokasi perjudian beromset miliaran rupiah di lereng Gunung Merapi ini sudah lama beroperasi. Berdasarkan informasi dari warga ada banyak lokasi perjudian di lereng Merapi. Namun lokasinya sering berpindah tempat.

Kebanyakan para penjudi berasal dari luar kota, Klaten seperti Yogyakarta, Magelang, Semarang. Mereka datang dengan menggunakan taksi, mobil pribadi dan sepeda motor.

“Bagi penjudi yang tertangkap akan dikenai pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara,” pungkasnya. (BJ24)