Home Lintas Jateng Jokowi ‘Sebar’ Ribuan Kartu Sakti di Klaten

Jokowi ‘Sebar’ Ribuan Kartu Sakti di Klaten

Jokowi bagikan ribuan kartu sakti di Klaten
Jokowi bagikan ribuan kartu sakti di Klaten
Jokowi bagikan ribuan kartu sakti di Klaten

Klaten, 4/5 (BeritaJateng.net) – Sesuai janji kampanye sewaktu pemilihan Presiden 2014 lalu Presiden Joko Widodo akhirnya membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Sejahtera (KKS) bagi masyarakat  Klaten, tepatnya di Temuwangi, Pedan, Klaten Jawa Tengah, Klaten, Jawa Tengah.

Kehadiran Jokowi juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, juga beberapa menteri lainnya seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Direktur Utama BPJS, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga tuan rumah Bupati Klaten Sunarno.

Pembagian kartu sakti yang dibagikan Jokowi di  Klaten mencapai  2.655 kartu yang terbagi diantaranya  Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebanyak 1.646, kemudian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebanyak 532, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 477 siswa.

“Semoga saja pembagian kartu ini (kartu sehat) bisa meringankan  beban biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat,” ujar Jokowi Senin di Klaten Senin (4/5/2015).

Tahun depan pemerintah akan mewajibkan rumah sakit untuk menerima pasien dengan kartu KIS. Karena tidak dipungkiri baru beberapa rumah sakit saja yang mau menerima pasien dengan menggunakan Kartu KIS. Saat ini semuan baru ditata dan masih diproses.

Jokowi juga mengatakan jika ada rumah sakit manapun yang barani menolak  pasien pemegang KIS maka ijin rumah sakitnya akan dicabut. Namun Jokowi tetap meminta agar warga tetap menjaga kesehatannya, meski sudah punya Kartu Sehat Indonesia (KIS).

“Nek ono rumah sakit sing wani nolak saya cabut.  Aku ora wedi, dadi presiden kudu kendel, mosok gur ngono wae ora wani (Kalau ada rumah sakit yang berani menolak saya cabut. Saya tidak takut, jadi presiden harus berani, masak gitu saja enggak berani),” ucap Jokowi dengan logat jawanya yang kental. (BJ24)