Home Headline Jokowi Kucurkan APBN Tambahan Bangun Johar Selatan dan Kanjengan

Jokowi Kucurkan APBN Tambahan Bangun Johar Selatan dan Kanjengan

742
Presiden Jokowi meninjau Pasar Johar dan Kawasan Kota Lama Semarang

SEMARANG, 30/12 (BeritaJateng.net) – Presiden RI, Joko Widodo, melakukan tinjauan ke Pasar Johar Herritage dan Kawasan Kota Lama, Senin (30/12/2010). Dalam tinjauannya, Jokowi meminta kepada Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan dan mengucurkan dana APBN untuk pembangunan Johar Selatan dan Kanjengan.

Jokowi tiba di Pasar Johar sekitar 8.30 didampingi beberapa menteri diataranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata Wisnutama.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemun, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu juga turut mendampingi Presiden RI.

Dengan mengenakan kemeja putih, Jokowi meninjau bangunan-bangunan Johar Herritage hingga naik ke lantai 2 pasar yang baru saja selesai dibangun ini.

Ia melanjutkan tinjauannya ke Alun-Alun Semarang yang berada di samping Pasar Johar Herritage.

Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah para pedagang bisa menempati bangunan Pasar Johar yang sudah selesai direvitalisasi.

“Yang paling penting, pedagang segera masuk ke pasar johar. Meskipun saya tahu losnya belum cukup,” kata Jokowi.

Presiden meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meneruskan proyek pembangunan Pasar Johar bagian selatan agar seluruh pedagang dapat tertampung di Kawasan Johar.

“Nanti yang di sebelah selatan, akan dikerjakan lagi oleh menteri PU,” tegasnya.

Ia mengimbau para pedagang untuk menjaga pasar yang baru tersebut. Kebersihan dan kerapihan harus tetap terpelihara.

“Yang paling penting, sekarang kan pasar johar sudah jadi, pedagang masuk, ya dijaga, kebersihan, kerapihan, jangan becek, jangan bau, udah. yang paling penting itu,” tegasnya.

Pekerjaan revitalisasi Pasar Johar dilakukan Kementerian PUPR dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 146,09 miliar. Kontraktornya adalah PT Nindya Karya.

Adapun pengerjaan yang dilakukan diantaranya adalah rehabilitasi bangunan, pekerjaan rangka atap lengkung, mekanikal elektrikal, pemasangan paving, pemasangan tegel los penjual daging, pengecatan rangka meja lapak, dan pembuatan bak kontrol drainase. (El)