Home Ekbis Jokowi Beri ‘Sanksi’ Petani Jika Tidak Bisa Tingkatkan Produksi Padi

Jokowi Beri ‘Sanksi’ Petani Jika Tidak Bisa Tingkatkan Produksi Padi

Presiden Jokowi menyerahkan handtracktor kepada petani.

Presiden Jokowi menyerahkan handtracktor kepada petani.

Sukoharjo, 31/1 (BeritaJateng.net) – Hujan deras yang mengguyur Sukoharjo tidak menyurutkan semangan Presiden Jokowi untuk menemui  para petani di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo Kota, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ribuan warga yang sudah menunggu kedatangan Jokowi sejak siang hari langsung beranjak maju begitu mendengar sirine mobil Patwal pengawal memasuki lokasi. 

Sekitar pukul 16.00, mobil yang membawa orang nomer satu di Indonesia ini tiba dengan didampingi Ibu Negara Iriana. Begitu turun Jokowi yang mengenakan baju kebesarannya yakni kemeja putih dan celana kain melambaikan tangan membalas teriakan warga yang ada di lokasi yang menyapanya.

Kemudian Jokowi terlihat langsung  menuju lokasi tempat para petani yang sedari siang menunggu kedatangannya. Melalui pengawalan yang cukup ketat kedatangan Jokowi disambut oleh  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya kemudian  menyalami warga serta para petani.

Jokowi terlihat tengah mendengarkan penjelasan dari  Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya juga  Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah menyangkut potensi pertanian di Jawa Tengah khususnya wilayah Sukoharjo. 

Tak berapa lama kemudian Jokowi berdiri dan terlihat  menyerahkan 1000 lebih traktor kepada para petani. Jokowi juga menyatakan pada petani penerima bantuan bahwasanya  pemberian traktor ini tidak cuma-cuma namun harus ada syarat yang harus dipenuhi oleh petani. 

“Produktivitas pertanian harus  meningkat,” pesan Jokowi di Sukoharjo Jawa Tengah, Sabtu (31/1/2015).

Jokowi juga menegaskan target produksi harus terus meningkat. Target pertanian Jawa Tengah harus meningkat. Apabila target tidak terpenuhi atau tidak meningkat sampai  2 juta ton, maka akan diberikan sanksi.

“Sanggup tidak. Tak itung tenan, tak awasi, tak cek.  Bila produksi pertanian provinsi Jawa Tengah tidak meningkat 2 juta ton, awas. Petaninya awas, pak Gubenurnya awas dan Pak Bupatinya awas. Tidak akan saya beri lagi traktor satupun,”
tandas Jokowi.(BJ24)