Home Headline Jokowi Batal Lakukan Peletakan Batu Pertama Waduk Logung

Jokowi Batal Lakukan Peletakan Batu Pertama Waduk Logung

jokowi
Jokowi batal meletakan batu pertama pembangunan waduk logung. Foto/Ist

Kudus, 29/1 (Beritajateng.net)-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin memastikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda kedatangannya ke Kudus. Padahal, persiapan menyambut kedatangan orang nomor satu di Tanah Air ini sudah dilakukan secara maksimal.

”Kepastian batalnya kedatangan Pak Jokowi ke Kudus kami terima dari petugas protokoler kepresidenan melalui Sekda Provinsi,” katanya kepada Beritajateng.net, Kamis (29/1).

Dengan batalnya kedatangan Jokowi, lanjutnya, rencana groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Waduk Logung juga dibatalkan. Namun demikian, proses pembangunan waduk yang berlokasi di dua desa yakni Desa kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo tetap berjalan sesuai rencana.

Masih menurut Noor Yasin, sesuai rencana Jokowi akan datang ke Kudus pada Sabtu (31/1). Kedatangan mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Waduk Logung yang sudah direncanakan sejak tahun 1970.

”Walau sekarang batal, namun kesempatan lain mungkin akan datang ke Kudus. Kita menunggu agenda dari presiden seperti apa, jadi tak sepenuhnya batal namun ditunda,” imbuhnya.

Terpisah Koordinator Forkomakembung (Forum Komunikasi Masyarakat Korban Waduk Logung) Harjono mengaku menyesal Jokowi batal datang ke Kudus. Pasalnya, kedatangan Jokowi akan dimanfaatkan warga Desa Kandangmas yang menolak lahan miliknya dibeli paksa oleh pemerintah.

Rencananya, jika Jokowi benar-benar datang ke Kudus, puluhan warga pemilik lahan yang menolak menerima ganti rugi akan mengelar aksi. Dengan digelar aksi tersebut, mereka berharap Jokowi mengetahui permasalahan paling mendasar terkait proses pembebasan lahan lokasi pembangunan waduk.

”Kalau Pak Jokowi batal datang ke lokasi pembangunan Waduk Logung, sebenarnya yang paling dirugikan adalah warga yang menolak menerima ganti rugi. Masalahnya, kami berencana menyambut kedatangan Presiden dengan aksi keprihatinan dan dijamin tidak ada anarkis,” tegas Harjono. (BJ12)