Home Headline Jika Mangkir, Polri Jangan Ragu Tahan Samad, BW dan Deni

Jika Mangkir, Polri Jangan Ragu Tahan Samad, BW dan Deni

Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto/Ist
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto/Ist
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto/Ist

Semarang, 10/3 (BeritaJateng.net) – Polri harus bersikap tegas dan jangan mau dipermainkan Abraham Samad, Bambang Widjojanto (BW) maupun Deni Indrayana.

“Jika ketiganya masih mangkir, Polri patut melakukan pemanggilan paksa, untuk kemudian segera menahan ketiganya agar proses hukum terhadap mereka bisa dilakukan,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Selasa (10/3/2015).

Lebih lanjut Neta mengatakan, apa yang dilakukan Polri terhadap
Samad, BW, dan Deni bukan kriminalisasi, melainkan upaya penegakan hukum. Artinya, Polri tidak usah ragu dan goyah terhadap tudingan segelintir orang yang menuding Polri sedang melakukan
kriminalisasi kepada ketiganya.

“Sebab sesungguhnya Polri sedang melakukan tindakan penegakan hukum terhadap orang-orang yang melakukan
pelanggaran hukum, yang selama ini dibungkus dengan pencitraan publik,” tambah Neta.

Menurut Neta, dalam kasus Samad, BW, dan Deni, Polri sesungguhnya sudah punya alat bukti yang cukup untuk menahan ketiganya pada pekan ini. Untuk itu Polri tidak perlu ragu dan takut pada tudingan segelintir orang.

“Pedang hukum harus ditegakkan tanpa diskriminiasi dan pandang bulu. Dalam kasus Samad, Polda Sulsel sudah punya sejumlah alat bukti untuk menahannya agar BAP bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Setelah itu Bareskrim Polri bisa memproses Samad dengan kasus yang lain,” ujarnya.

Dalam kasus BW, sudah ada 54 saksi, empat di antaranya memberi kesaksian dengan notariat. Mantan Ketua MK Akil Muktar dan supirnya
juga sudah memberi kesaksian yang mengejutkan tentang BW. Bahkan Polri sudah menemukan tiga tempat di Jakarta, yakni Hotel N, Resto MB, dan Resto BD dimana BW mengantar para saksi palsu untuk memenangkan pilkada Kota Waringin Barat di MK. Polisi juga mendapat data untuk Pilkada di Bengkulu, BW diduga melakukan hal serupa.

Begitu juga dalam kasus Deni, Polri sudah punya sejumlah alat bukti,
sehingga cukup kuat untuk segera menahannya, agar mantan Wamenkumham
itu tidak mempersulit proses penyidikan dan menghilangkan barang
bukti. Deni diperkirakan akan terkena dua kasus dugaan korupsi.

“Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi besar, yang disebut-sebut Polri akan segera mereka ungkap dalam waktu dekat. Informasi yang diperoleh IPW menyebutkan, dalam kasus Deni, Polri sudah menemukan uang dalam jumlah besar yang diendapkan di sebuah bank swasta,” terang Neta.

Diduga kasus ini lanjut Neta, melibatkan penguasa sebelumnya dan kasus di Depkumham ini diharapkan
akan menjadi pintu masuk bagi Polri dalam melakukan pemberantasan
korupsi besar dan penegakan hukum secara konsisten. (BJ)

Advertisements