Home Headline Jepara Perlu Punya Pusat Kajian NU

Jepara Perlu Punya Pusat Kajian NU

gus mus (2)Jepara,22/02 (Beritajateng.net) Pemikiran, pemahaman dan amaliah warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jepara harus dikaji secara ilmiah sebagai dasar pijakan pengembangan potensi warga NU. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam taushiyyah kebangsaan dihadapan lebih dari 500 pengurus cabang, MWC dan ranting se-Kabupaten Jepara di Kantor PCNU.

“Saya merasa perlu didirikan pusat kajian ke-NU-an di Jepara karena sejak ayah saya dulu sampai saya jadi Plt Rais Aam sekarang, ke-NU-an orang Jepara sangat kental dan tidak diragukan lagi. Mulai bintang film sampai bupatinya NU. Dulu tiap podium pengajian selalu ada lambang NU. Hampir tiap desa ada lailatul ijtima,” tutur Gus Mus.

Pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran Islam ala NU sangat penting, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Para pengamat NU seperti : Martin Van Bruinessen, Andree Feillard dan Mitsuo Nakamura merasa heran karena NU tidak ada matinya.

Gus Mus menambahkan bahwa sampai saat ini, NU sebagai organisasi belum bisa berjalan optimal dan masih sebatas kumpulan, komunitas atau jama’ah.

“NU itu wadahnya jam’iyyah modern tapi isinya jama’ah tradisional,” lanjut Gus Mus.

Untuk itu diperlukan kajian dan langkah yang serius untuk memadukan kekuatan jama’ah dan kesadaran jam’iyyah di kalangan warga NU.

“Tantangan internal ini kelihatannya sederhana tapi sangat penting agar NU tidak diobok-obok oleh kekuatan yang ingin memecah belah kekuatan NU, menghadap-hadapkan kyai dan santri, kalangan tua dan muda dengan isu Islam syariah dan Islam liberal, isu Syiah – Sunni dan sebagainya” terang Gus Mus.

Lebih lanjut Gus Mus menjelaskan, tugas para pengurus NU makin berat. Tantangan internal dan internasional mengharuskan warga Nahdliyyin harus waspada.

“Gerakan memecah belah Indonesia dilakukan dengan cara membenturkan antar warga NU karena NU adalah organisasi sosial keagamaan yang paling istiqomah dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI,” tuturnya.(BJ18)