Home Headline Jembatan Kali Putih Ambrol Di Gerus Banjir

Jembatan Kali Putih Ambrol Di Gerus Banjir

jembatan ambrol

Boyolali, 2/2 (BeritaJateng.net) – Jembatan peninggalan Belanda yang menghubungkan dua desa di dukuh Santren, desa Mojolegi, dengan desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah putus akibat diguyur hujan deras selama hampir 5 jam Sabtu (31/1/2015) lalu.

Informasi yang didapat di lokasi, putusnya jembatan Kali Putih yang memiliki lebar 3 meter dan panjang 10 meter itu membuat warga dan juga siswa sekolah yang setiap hari melewati jembatan tersebut terpaksa harus memutar sejauh 10 kilometer.

Mengetahui jembatan putus, warga berinisiatif untuk menutup ruas jalan yang menuju lokasi. Pasalnya masih banyak pengguna jalan yang melintas sehingga sangat berbahaya karena tidak tahu jembatan terputus.

Marjoko, warga Dukuh Santren, menjelaskan putusnya jembatan kali Putih dipicu karena hujan deras yang mengguyur selama lebih dari lima jam dan mengakibatkan banjir sebelum akhirnya jembatan tersebut ambruk.

“Jembatan itu terbuat dari batu bata mungkin tidak kuat menahan derasnya arus sungai akhirnya ambrol juga,” jelasnya di lokasi Senin (2/2/2015).

Marjoko mengungkapkan, jembatan mulai terlihat rusak sudah lumayan lama. Namun saat itu baru terlihat retakan saja di beberapa titik jembatan. Misalkan di bagian pondasi penyangga jembatan. Dan juga bagian pengaman jembatan terlihat mulai retak.

Akibat putusnya jembatan warga menjadi kerepotan karena jembata tersebut adalah jalur alternatif bagi warga sekitar yang akhirnya ambrol diterjang banjir.

“Kalau gini ya harus muter, lewat Kragilan-Simo, waktunya juga bertambah lama,” akunya.

Harapannya agar pemerintah segera membangun jembatan tersebut agar warga bisa beraktifitas lagi dengan mudah. (BJ24)